Pemerintah Biayai Proyek Kereta Api dan Asrama Haji Pakai Utang

Pemerintah Biayai Proyek Kereta Api dan Asrama Haji Pakai Utang

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 05 Feb 2014 13:16 WIB
Pemerintah Biayai Proyek Kereta Api dan Asrama Haji Pakai Utang
Jakarta - Tahun ini pemerintah akan memberikan dana untuk pembangunan sejumlah proyek Rp 1,57 triliun. Dana ini akan diambil dari surat utang syariah (sukuk) yang diterbitkan Kementerian Keuangan. Proyek apa saja yang dibiayai?

Proyek yang akan dibiayai ini antara lain adalah pembangunan rel ganda (double track) kereta api, serta revitalisasi sejumlah asrama haji.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, pemerintah telah mencapai kesepakatan bersama dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama untuk memberikan fasilitas sukuk untuk membiayai proyek infrastruktur kedua kementerian tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga proyek yang dibiayai dari sukuk tersebut yakni proyek double track kereta api Cirebon-Kroya, proyek double track kereta api Manggarai-Bekasi, dan revitalisasi asrama haji," ujar Robert ditemui usai Penandatanganan Dokumen Penerapan SBSN Project Base Sukuk (PBS) Tahun 2014 antara Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Robert mengatakan, untuk proyek rel ganda kereta api Cirebon-Kroya akan dibiayai dari sukuk Rp 745 miliar, dari total pembiayaan Rp 1,5 triliun.

"Sedangkan untuk proyek double track kereta api lintas Manggarai-Bekasi nilai pembiayaannya pada 2014 Rp 626 miliar, dari total rencana pembiayaan Rp 2,7 triliun untuk pelaksanaan selama 3 tahun. Proyek revatilisasi asrama haji dengan pembiayaan Rp 200 miliar," ungkapnya.

Asrama haji yang direvatilisasi adalah asrama haji Balikpapan, Padang, Pondok Gede (Jakarta), dan Balikpapan.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads