Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Peritel UKM

Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Peritel UKM

- detikFinance
Kamis, 02 Des 2004 12:44 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta membantu kalangan peritel UKM agar bisa bersaing dengan peritel bermodal besar (asing). Pasalnya, lebih dari 20% UKM di Indonesia adalah pengusaha ritel."Jadi fungsi peritel UKM terhadap perekonomian nasional sangat besar. Pemerintah perlu membantu mereka agar dapat bersaing dengan yang lain," kata Ketua KPPU Sutrisno Iwantono saat RDP dengan Komisi VI DPR RI, di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis, (2/12/2004).Menurut Sutrisno, bentuk kepedulian pemerintah kepada peritel UKM ini bisa dilakukan dengan cara memberdayakan pengusaha ritel tersebut, baik melalui training, akses pasar, bantuan permodalan maupun aturan yang memungkinkan UKM bisa berkembang sebelum peritel besar atau asing masuk.Disamping itu, pemerintah juga bisa membiasakan kepada peritel UKM cara berbisnis yang sehat. "Disinilah peran KPPU untuk bisa mengontrol adanya persaingan usaha yang tidak sehat," kata dia.Iwantono lalu mencontohkan, KPPU sebelumnya pernah mengambil keputusan agar Indomaret tidak boleh masuk ke pasar tradisional. Namun sayangnya KPPU bukanlah lembaga pemberi izin."Makanya, kepada pihak-pihak yang berwenang untuk memperhatikan masalah tata ruang ini agar tidak timbul persoalan yang lebih besar.Di tempat yang sama Ketua Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Handaka Santosa mengatakan, persaingan antara peritel besar dengan kecil memang cukup keras. Namun saat ini peritel kecil dinilainya sudah cukup agresif.Menurut Handaka, perkembangan toko-toko modern sepanjang 2001-2003 sudah cukup pesat yakni mencapai 31,4 persen. Sedangkan, untuk toko tradisional justru turun 8,1 persen. Penurunan toko tradisional ini lebih banyak disebabkan akibat dialihfungsikannya pasar-pasar tradisional menjadi pasar modern.Hingga Agustus 2004, lanjut dia, pangsa pasar tradisional sebenarnya masih mendominasi yakni 70,6 persen, dan sisanya dibagi untuk kategori minimarket dan hipermarket.Diakui Handaka, hingga tahun 2004 ini perkembangan hipermarket memang sangat luar biasa, di mana saat ini di seluruh Indonesia terdapat 29 hipermarket. Namun untuk tahun 2005 diperkirakan pertumbuhan hipermarket tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya space bagi kalangan peritel yang ada pada tahun 2005 lebih banyak space untuk departemen store dan supermarket. (umi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads