Pemerintah Anggap Freeport Belum Komitmen Bangun Smelter

Pemerintah Anggap Freeport Belum Komitmen Bangun Smelter

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 06 Feb 2014 12:18 WIB
Pemerintah Anggap Freeport Belum Komitmen Bangun Smelter
Jakarta - Pihak pemerintah menganggap PT Freeport Indonesia (Freeport) belum berkomitmen untuk membangun pabrik pemurnian mineral atau smelter. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Freeport soal pembangunan smelter di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat usai Rakor Pangan dan Perbaikan Jalan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/2/2014).

"Kita ingin komitmen dia membangun smelter dinyatakan dulu. Tentu bukan kapasitas saya untuk memastikan dan mereka akan membuat pernyataan sendiri," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hidayat menegaskan, pemerintah akan mencari titik temu soal kepentingan pemerintah dan Freeport. Ia menegaskan, pemerintah akan mentaati undang-undang mineral dan batubara (minerba) bahwa perusahaan tambang harus melakukan pemurnian diantaranya membangun smelter hingga batas waktu 3 tahun ke depan. Selama belum melakukan pemurnian, produk olahan yang belum murni, jika akan diekspor maka harus kena bea keluar (BK) progresif.

Namun Hidayat memastikan, pemerintah akan mendengarkan dan memperhitungkan keinginan Freeport tentang bea keluar yang dianggap terlalu memberatkan mereka, asalkan ada komitmen mereka untuk membangun smelter di Indonesia.

"Jadi pemerintah tetap memberikan komitmen untuk tempo 3 tahun membangun smelter dan kita akan mempertimbangkan keberatan soal bea keluar," katanya.

Mantan Ketua Umum Kadin ini menambahkan, BK yang dikeluarkan untuk menghambat perusahaan tambang termasuk Freeport untuk melakukan ekspor besar-besaran bahan mentah. Jadi cara yang paling bisa dilakukan perusahaan tambang agar tak kena BK adalah membangun smelter.

"Kalau sudah dibangun maka BK tidak akan dikenakan lagi," katanya.

Berdasarkan situs resmi Freeport, perseroan telah membangun smelter bersama konsorsium melalui bendera perusahaan PT Smelting Gresik pada 1996 dengan investasi US$ 750 juta. Smelter ini dioperasikan oleh Mitsubishi, kepemilikan PT Smelting Gresik terbagi atas saham PT Freeport Indonesia dan konsorsium Jepang.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads