Ketua Umum Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Darmin Nasution menilai banyak persoalan ekonomi yang tidak selesai dalam 50 tahun terakhir, salah satunya adalah banjir. Ini merupakan persoalan yang sudah ada sejak Indonesia merdeka. Itu adalah persoalan jangka pendek yang sampai saat ini masih menjadi keluhan masyarakat.
"Nggak usah tinggi-tinggi kita ngomongin jangka panjang. Banjir saja itu dari dulu nggak beres. Jangka pendek saja lupa, apalagi jangka panjang. Bagaimana mau maju," ungkap Darmin dalam seminar nasional terkait Middle Income Trap di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (6/2/2014).
Ini yang membuktikan program pembangunan tidak berjalan dengan baik. Tidak ada standar yang ditetapkan dan direalisasikan. Seperti jalan yang dibangun namun tidak bertahan lama.
"Karena memang kita tidak punya standar yang baik. Bikin jalan, gorong-gorongnya nggak jelas. padahal itu sudah dialami bertahun-tahun. Kan kena banjir juga sekarang," jelasnya
Jika hari ini banyak pejabat yang turun ke jalan untuk menyelesaikan banjir. Menurut Darmin itu bukan suatu kejutan. Karena itu harusnya sudah diselesaikan puluhan tahun yang lalu.
"Sekarang kita lihat banyak yang turun ke jalan. Kalau sudah kejepit baru ingin bangun ini itu. Itu sudah nggak surprise. Kambing saja tahu cara menyelesaikan itu," ujar Darmin.
Poin dari persoalan ini menurut Darmin adalah konsistensi dalam menjalankan program ekonomi. Baik dari jangka pendek maupun jangka panjang. 15 sampai 30 tahun lagi, Indonesia akan mengahadapi persoalan berat yaitu jebakan kelas menengah, atau middle income trap.
"Jangka panjang itu bukan lagi persoalan gampang. Harus ada upaya untuk meyakinkan banyak orang soal hal ini. Karena middle income trap ini bukan hanya persoalan ekonomi. Tapi juga sosial politik Kelembagaan yang itu tidak kan berjalan," paparnya.
(mkl/dnl)











































