"Untuk menjaga current account deficit (defisit transaksi berjalan) kita, kita sudah sangat memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan defisit pada services kita, jasa maupun repatriasi dana yang keluar sebagai profit dari perusahaan-perusahaan asing yang ada di Indonesia," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Kantornya, Kamis (6/2/2014).
Oleh sebab itu, sambung Hatta sedang dipikirkan bagaimana agar semacam dividen atau apapun termasuk laba perusahaan-perusahaan itu bisa bertahan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Hatta menyampaikan kegembiraannya, walaupun defisit transaksi berjalan membesar, namun neraca perdagangan selama tiga bulan berturut-turut mengalami suplus.
"Bahkan pada Desember 2013 mengalami surplus US$ 1 miliar lebih. Dan Akumulasi satu kuartal pada kuartal IV mencapai US$ 2,3 miliar. Ini artinya akan jauh mengurangi defisit pada current account kita," ungkapnya.
Hatta juga mengatakan, saat ini yang perlu kembali diwaspadai yakni situasi ekonomi dunia 2014.
"Amerika, saudara tahu pasti akan melakukan tapering off-nya secara bertahap dan kita mengantisipasi itu tentu saja kita perhatikan," terang Hatta.
(dru/dnl)











































