"Indonesia belum bisa memecahkan disparitas (kesenjangan) ekonomi per daerah. Timur tidak bisa mengejar barat. Luar Jawa tidak bisa mengejar Jawa. Kalau mau lebih kejam lagi, memang ekonomi itu cuma Jabodetabek dan luar Jabodetabek," ungkap Wakil Menteri Bambang Brodjonegoro dalam seminar nasional Middle Income Trap di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Kamis (6/2/2014)
Bambang menuturkan, kawasan industri di Indonesia masih tertumpu pada Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sehingga perekonomian juga masih tertumpu pada kawasan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga benar dikatakan, pertumbuhan ekonomi tidak mampu membawa perubahan pada kemiskinan. Pasalnya pertumbuhan itu masih menjadi tidak merata. Orang kaya akan mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan orang miskin.
"Dari pertumbuhan ekonomi, tambahan pendapatan untuk orang kaya itu lebih besar dari tambahan orang miskin," sebutnya.
"Baik di kawasan kota maupun desa bagian dari kue ekonomi yang dinikmati oleh 20% rumah tangga terkaya meningkat dan porsi yang dinikmati oleh 40% rumah tangga termiskin," terang Bambang.
(mkj/dnl)










































