Kejam! Ekonomi RI Jomplang Antara Jabodetabek dan Luar Jabodetabek

Kejam! Ekonomi RI Jomplang Antara Jabodetabek dan Luar Jabodetabek

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 06 Feb 2014 18:22 WIB
Kejam! Ekonomi RI Jomplang Antara Jabodetabek dan Luar Jabodetabek
Jakarta - Permasalahan kesenjangan ekonomi di Indonesia saat ini masih sangat terlihat. Kegiatan ekonomi pasti terpusat di seputar ibu kota dan sekitarnya saja. Bila selama ini kesenjangannya hanya terbagi antara kawasan barat dan timur, sekarang terbagi antara Jabodetabek dan luar Jabodetabek.

"Indonesia belum bisa memecahkan disparitas (kesenjangan) ekonomi per daerah. Timur tidak bisa mengejar barat. Luar Jawa tidak bisa mengejar Jawa. Kalau mau lebih kejam lagi, memang ekonomi itu cuma Jabodetabek dan luar Jabodetabek," ungkap Wakil Menteri Bambang Brodjonegoro dalam seminar nasional Middle Income Trap di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Kamis (6/2/2014)

Bambang menuturkan, kawasan industri di Indonesia masih tertumpu pada Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sehingga perekonomian juga masih tertumpu pada kawasan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya daerah-daerah itu masih tujuan industri untuk berinvestasi. Sehingga yang tumbuh juga di seputar sini saja. Di luar ini masih sangat kecil," ujarnya

Sehingga benar dikatakan, pertumbuhan ekonomi tidak mampu membawa perubahan pada kemiskinan. Pasalnya pertumbuhan itu masih menjadi tidak merata. Orang kaya akan mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan orang miskin.

"Dari pertumbuhan ekonomi, tambahan pendapatan untuk orang kaya itu lebih besar dari tambahan orang miskin," sebutnya.

"Baik di kawasan kota maupun desa bagian dari kue ekonomi yang dinikmati oleh 20% rumah tangga terkaya meningkat dan porsi yang dinikmati oleh 40% rumah tangga termiskin," terang Bambang.

(mkj/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads