"Dana darurat bencana sekitar Rp 300 miliar, dan dana rutin perbaikan jalan Kementerian PU sekitar Rp 200 miliar," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di kantornya, Jakarta, Jumat (7/2/2014).
Kondisi jalur Pantura Jawa saat ini sangat memprihatinkan karena dihantam banjir. Banyak sekali lubang-lubang jalan sehingga akan sangat membahayakan pengendara. Perbaikan yang bisa dilakukan pemerintah masih bersifat darurat.
Djoko menjelaskan, hujan dan banjir yang masih sering terjadi membuat perbaikan Pantura tidak bisa total. Saat ini perbaikannya hanya bersifat darurat.
"Sekarang ini karena masih banjir, maka penanganannya adalah penanganan yang darurat. Jadi darurat kita kerjakan mungkin sampai akhir Februari, karena sekarang masih hujan," kata Djoko.
Perbaikan darurat ini karena proses pengerasan jalan saat hujan tidak bisa maksimal. Sehingga, saat ini jalan berlubang diisi dengan material, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor.
"Kalau banjir begitu, aspal dikerjakan nggak bisa, sekarang darurat isinya diisi material-material gtu," jelas Djoko.
Sementara proses perbaikan permanen baru akan dimulai paling cepat Maret 2014, menunggu cuaca membaik, untuk saat ini sedang memasuki proses tender.
"Perbaikan permanennya sekarang sedang kita siapkan, sekarang tender sudah mulai tapi baru bisa dilaksanakan kira-kira awal Maret, sekarang tender baru kita mulai, jadi kalau awal Marets udah kering langsung bisa kita kerjakan," jelas Djoko.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang meminta perbaikan Pantura dilakukan dengan segera, untuk melancarkan arus distribusi barang yang melewati jalur tersebut.
Di tempat yang sama, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Joko Muryanto mengatakan, rencana pembetonan jalur Pantura bisa dilakukan, namun tidak pada semua ruas karena jenis tanah yang tidak sama.
"Tidak semua jalan dibeton karena tidak semua tanah cocok untuk dibeton. Kita lihat dulu struktur tanahnya stabil dibeton pasti, pokoknya kalau ada tanah yang mampu beton kita beton," kata Joko.
Di samping perbaikan karena banjir tahun ini Kementrian PU saat ini juga akan melakukan betonisasi reguler. Proses betonisasi reguler ini dilakukan antara lain di Jawa Barat dengan panjang 25 km, dan di Jawa Tengah sepanjang 50 km.
"Saat ini ada kegiatan reguler betonisasi 25 km di jabar itu untuk tahun ini. Jateng 50 km tersebar di beberapa tempat," imbuh Joko.
Saat ini untuk perbaikan reguler masih dalam tahap lelang hal yang sama juga untuk perbaikan karena bencana. "Nanti Maret perbaikan jalan plus perbaikan reguler dilakukan bersamaan," ujar Joko.
(dnl/ang)











































