Freeport Gandeng Antam untuk Bangun Smelter

Freeport Gandeng Antam untuk Bangun Smelter

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 10 Feb 2014 17:53 WIB
Freeport Gandeng Antam untuk Bangun Smelter
Jakarta - PT Freeport Indonesia (Freeport) menggandeng PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melakukan studi kelayakan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian tembaga atau smelter. Rencananya studi ini akan memakan waktu selama 3 bulan, harapannya bisa selesai akhir April 2014.

Hadir pada acara ini Direktur Utama Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto dan Direktur Utama Antam Tato Mirza.

Rozik menjelaskan studi bersama Antam ini merupakan kelanjutan studi yang dilakukan oleh Hex Engineering Company. Hasil studi tersebut menjadi dasar kerjasama dengan Antam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk me-review studi sebelumnya. Kita tahu beberapa waktu lalu. CEO dari Freeport McMoRan mengatakan Freeport akan membangun smelter dalam
bentuk PPP (public private partnership). Jadi tentunya dengan Antam," kata Rozik di kantor pusat Antam Jakarta, Senin (10/2/2014).

Rozik menjelaskan studi ini akan mengkaji 4 lokasi pendirian pabrik smelter untuk pemurnian hasil tambang Freeport. Lokasi yang dikaji yakni 3 berada di Jawa Timur dan 1 berada di Amamapare, Papua. Setelah hasil studi keluar, akan ditentukan 1 lokasi yang akan menjadi pendirian pabrik smelter ini.

"Masalah infrastruktur, persediaan energi, tersedianya pelabuhan. Itu faktor penentu pabrik peleburan yang akan dibangun," jelasnya.

Setelah studi selesai, Freeport akan mengkaji seberapa efektifkah pendirian pabrik ini. Begitu juga Antam. Dipilihnya Antam karena BUMN pertambangan ini memiliki pengalaman yang mumpuni di industri pertambangan tanah air.

"Justru kami sama Antam karena sudah berpengalaman," jelasnya.

Di tempat yang sama, Tato menjelaskan pihaknya telah berpengalaman membangun industri tembaga, termasuk proyek terbaru berupa pendirian chemical grade alumina di Tayan Kalimantan Barat.

Selain itu, kerjasama ini nantinya akan mendukung amanah undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang mineral dan batubara untuk pengolahan dan pemurnian barang tambang di dalam negeri.

"Penandatanganan MoU dengan PT Freeport Indonesia dalam bekerjasama untuk mengevaluasi kelayakan pembangunan proyek peleburan tembaga merefleksikan keinginan kedua pihak untuk mendukung amanat undang-undang monor 4 tahun 2009 untuk meningkatkan dan mengoptimalkan nilai mineral melalui pengolahan pemurnian dalam negeri," kata Tato.

Tato menjelaskan setelah hasil studi keluar, pihaknya akan mengkaji untuk pendirian pabrik smelter bersama Freeport. Harapannya Antam memperoleh 500 ton anode slime.

"Fokus sekarang ambil anode slime. Paling nggak 500 ton," jelasnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads