Memasuki kuartal pertama 2014 ini KBRI Den Haag fokus untuk meningkatkan dan memperluas promosi di bidang perdagangan, pariwisata, investasi budaya dan kuliner, dengan menggandeng jaringan high-end Belanda.
Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Retno Lestari Priansari Marsudi dalam bincang-bincang dengan detikfinance Den Haag, Senin (10/2/2014).
"Sudah saatnya bagi kita untuk meningkatkan promosi Indonesia dengan membidik target lebih luas dan tepat sasaran, termasuk upper-class Belanda, dengan memanfaatkan hubungan bilateral yang sedang berada di puncak, terutama setelah Deklarasi Bersama Kemitraan Komprehensif dari hasil kunjungan delegasi bisnis PM Rutte ke Indonesia," ujar Dubes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dubes, KBRI Den Haag telah menyiapkan sejumlah rencana promosi Indonesia untuk tahun 2014 ini dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Belanda.
Selain bekerjasama dengan jaringan high-end Belanda, pihaknya juga akan ikut berpartisipasi pada festival kuliner Taste of Amsterdam di Amsterdam, 15-18 Mei 2014, setelah sebelumnya ambil bagian dalam Vakantiebeurs dan promosi kuliner dengan melibatkan para chef dari hotel-hotel papan atas di Belanda.
"Kita juga memberikan dukungan dalam pelaksanaan Festival Film Internasional di Rotterdam, di mana terdapat 3 film Indonesia ikut kontes dalam festival tersebut," papar Dubes.
Di samping itu, lanjut Dubes, pihaknya juga telah menyiapkan pelaksanaan CEO Roundtable pada akhir Maret 2014 nanti, kemudian menyelenggarakan Infrastructure Forum III di Belanda pada paruh kedua tahun 2014, sebagai kelanjutan dari forum serupa di Jakarta (2013) dan sebelumnya di Den Haag (2012).
Untuk tahun 2014, untuk pertama kalinya Indonesia juga akan mengadakan promosi kemampuan Indonesia dalam bidang ICT bekerjsama dengan High-Tech Campus Eindhoven dalam bentuk Indonesia Day, One Day Seminar pada akhir Maret 2014. Seminar tersebut akan mempertemukan para pemangku kepentingan ICT Indonesia dan ICT Eropa.
Baru
"Mempromosikan Indonesia bekerjasama dengan jaringan high-end Belanda adalah sesuatu yang baru, sehingga Indonesia akan dapat dikenal secara lebih baik oleh semua kalangan. Diharapkan dari kerjasama ini Indonesia akan semakin melekat di kalangan luas masyarakat Belanda dari berbagai lapisan," terang Dubes.
Dubes mengatakan bahwa pada tahun lalu kerjasama dengan jaringan high-end Belanda telah dirintis bersama De Bijenkorf bertema Indonesian Culinary Week. Selama sepekan kuliner Indonesia dengan presentasi haute cuisine menjadi sajian utama restoran La Ruche, restoran kebanggaan De Bijenkorf, jaringan high-end superstore Belanda sejak 1870.
"Kedua pihak saat itu menyambut baik kegiatan kerjasama yang baru pertama kali dilakukan dan diharapkan terdapat kegiatan kerjasama untuk bidang-bidang lainnya. Dan inilah saatnya," imbuh Dubes.
Dikatakan bahwa kerjasama dengan jaringan high-end Belanda juga merupakan langkah nyata untuk melanjutkan dan memelihara momentum dari kunjungan delegasi bisnis PM Rutte ke Indonesia, di mana kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang.
Menurut Dubes, hasil kunjungan itu telah ditindaklanjuti antara lain dengan penandatanganan joint venture antara Van Oord dengan Pelindo III untuk pengembangan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), kunjungan swasta Belanda yang bergerak di bidang Teknologi Inovasi dan Business Development ke Indonesia yang diorganisir oleh Kementerian Ekonomi Belanda pada akhir Januari lalu.
Seusai kunjungan PM Belanda ke Indonesia itu juga telah dilakukan penandatanganan MoU kerjasama pertahanan oleh Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert pada bulan Februari ini.
Selain itu, Menteri Infrastruktur Belanda merencanakan melakukan kunjungan ke Indonesia yang disertai sejumlah pengusaha pada akhir Maret 2014.
Sebelumnya dari kunjungan PM Rutte dan sejumlah besar delegasi bisnis November tahun lalu dihasilkan MoU on Triangular Cooperation, yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Lilianne Ploumen dan Menlu Marty Natalegawa.
Kemudian MoU kerjasama bidang Kelautan dan Perikanan, yang ditandatangani oleh Menteri Budidaya Perikanan Sharon Dijksma dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo.
Di samping itu juga berhasil ditandatangani lebih dari 17 MoU kerjasama bisnis antar swasta, antara lain berupa MoU antara Apindo dan VNO-NCW untuk pembentukan Business Task Force Indonesia-Belanda.
Selanjutnya perjanjian Kerjasama antara Organda, Asosiasi Logistik Indonesia, ITS Surabaya, ITB Bandung, Shipping & Transport College (STC) dan Panteia/NEA (Transport Institute) untuk meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan kapasitas, penelitian dan konsultasi dalam transportasi dan logistik.
Disusul MoU antara PT Investasi dan Pengembangan Maluku dengan Maris Projects BV untuk penanganan limbah Kota Ambon menjadi pusat energi terbarukan dan MOU antara Civil Aviation Training Centre dan Indonesia JAA TO mengenai Peningkatan Pelatihan Keselamatan Penerbangan untuk Memenuhi Standar Keselamatan Penerbangan Internasional dan pendirian centre of excellence di Daerah. (es/es)











































