Pertemuan berlangsung Grand Copthorne Waterfront Hotel, Singapura sekitar 4 jam lamanya. Kedua negara menandatangani Joint Report to Leaders untuk nantinya menjadi acuan bagi pertemuan di tingkat Kepala Negara.
"Kita sudah tandatangani Join Report to Leaders yang merupakan laporan kepada kepala negara," ungkap Hatta usai pertemuan, Selasa (11/2/2014)
Kesepakatan terkait dengan perkembangan kerjasama ekonomi kedua negara serta upaya untuk meningkatkan kedepannya melalui program dan kegiatan yang konkrit.
Berikut hasil pembahasannya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua adalah investasi. Telah dilakukan kerjasama pertukaran informasi dan promosi ke perusahaan Singapura terkait proyek infrastruktur MP3EI. Termasuk juga fasilitasi kemitraan dengan perusahaan Indonesia.
"Data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan realisasi investasi baru di kawasan Batam dengan nilai US$ 126,7 juta. Kemudian kolaborasi investasi asing dan korporasi dalam negeri juga meningkat seperti masuknya produk-produk makanan dari Singapura ke retailer lokal," kata Hatta.
Ketiga adalah konektivitas penerbangan. Kedua negara telah melakukan amandemen hingga meningkatkan lalu lintas udara sebesar 40%. Keempat adalah bidang pariwisata dengan realisasi kerjasama di bidang wisata kapal pesiar. Seperti famtrip dan cruise workshop.
"Pertemuan ini juga menyepakati untuk kerjasama promosi di tempat tujuan wisata di Indonesia yang merupakan sinergi dari working group yaitu WG on Tourism dan WG On Air Connectivity," paparnya.
Kelima adalah kerjasama di bidang tenaga kerja. Kedua negara telah sepakat untuk melakukan kerjasama dalam meningkatkan kompetensi caregiver dan perawat dari Indonesia untuk sesuai standar bekerja di Singapura.
Pada program awal, beberapa tenaga kerja Indonesia (TKI) telah dilatih selama sehari untuk merawat lansia di Singapura. Ini didampingi oleh Kemenaketrans dan salah satu NGO di Singapura. "Pesertanya adalah TKI sektor domestik yang bekerja di Singapura," ujar Hatta.
Keenam adalah sektor agribisnis. Di mana ada kerjasama antara produsen pertanian di dalam negeri dan supplier di Singapura. Hasilnya adalah banyak produk pangan dari Indonesia yang diekspor ke Singapura.
"Kita akan menaikkan kerjasama dengan dukungan maskapai penerbangan kedua negara dalam distribusi produk pertanian di Indonesia, khususnya dalam hal pemasaran," ungkapnya.
(mkj/dnl)











































