Bos Pertamina Sering Ngomel Saat Datang ke Petral Singapura, Kenapa?

Bos Pertamina Sering Ngomel Saat Datang ke Petral Singapura, Kenapa?

- detikFinance
Rabu, 12 Feb 2014 12:22 WIB
Bos Pertamina Sering Ngomel Saat Datang ke Petral Singapura, Kenapa?
Batam - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan selalu marah-marah saat berkunjung ke kantor Pertamina Energy Trading Ltd (PT Petral). PT Petral merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) bidang perdagangan minyak yang berkantor di Singapura.

"Setiap ke Petral saya selalu ngomel. Itu kok proyek Pulau Sambu belum groundbreaking juga," kata Karen dalam sambutannya di acara groundbreaking dan Peresmian Proyek-Proyek Investasi Direktorat Pemasaran dan Niaga, Pulau Sambu, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2014).

Proyek tangki timbun di Pulau Sambu, Batam untuk memperbesar kapasitas tangki timbun BBM milik Pertamina. Namun lambatnya proyek ini, membuat Pertamina kehilangan kesempatan memanfaatkan pasar BBM di Asia Pasifik yang nilainya besar dan selama ini dimanfaatkan Singapura.

"Karena opportunity di Asia Pasifik tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, karena kapasitas BBM dan minyaknya sedikit," katanya.

Seperti diketahui, Singapura menjadi pemain besar dan utama dalam bisnis BBM dan minyak khususnya bagi kapal-kapal yang berlayar di Selat Malaka.

"Dengan dimulainya groundbreaking Sambu ini, saya minta ini tidak molor penyelesainnya, on budget dan on return, jadi selesainya tetap sesuai target yakni 2016," tutupnya.

Seperti diketahui Pertamina akan meningkatkan kapasitas Tangki timbun BBM Pulau Sambu hingga mencapai total 300.000 KL, dermaga Kapasitas LR 100.000 DWT, dan fasilitas blending untuk produk Solar dan MFO dengan standar internasional.

Fasilitas ini diperuntukan untuk kerjasama jasa storage antara PT Pertamina (Persero) dengan anak perusahaan, PT Pertamina Energy Services, Ltd (PES), untuk mendukung rencana PES dalam menjadi trader di Regional Asia Tenggara dan mengoptimalkan profitabilitas perusahaan.

Pertamina juga melakukan pengembangan Terminal BBM Tanjung Uban yang utamanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan stok dengan penambahan kapasitas tangki timbun sebesar 200.000 KL.

Di Tanjung Uban pula, telah diresmikan kapal Very Large Gas Carrier baru, yang bernama Pertamina Gas 1. Kapal berkapasitas 84,000 CuM ini akan memperkuat armada kapal LPG Pertamina guna memenuhi kebutuhan LPG masyarakat yang terus meningkat sebagai dampak dari konversi Minyak Tanah ke LPG.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads