Kapolri: Pengusaha Jangan Simpan Uang di Bank dan Bantal!

Kapolri: Pengusaha Jangan Simpan Uang di Bank dan Bantal!

- detikFinance
Rabu, 12 Feb 2014 12:43 WIB
Kapolri: Pengusaha Jangan Simpan Uang di Bank dan Bantal!
Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman menanggapi keluhan yang disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi soal minimnya keamanan dan seringnya tindakan anarkis buruh kepada pengusaha.

Sutarman menjamin keamanan dan keselamatan para pengusaha atau investor. Namun pengusaha juga diminta tidak ragu menanamkan uangnya untuk berinvestasi di dalam negeri.

"Jangan simpan uang Anda (pengusaha) di bank atau di bantal. Keluarkan dan investasikan uang Anda di Indonesia. Saya akan mengawal proses investasi Anda di Indonesia," ungkap Sutarman dalam dialog terbatas di Hotel Kampensky Jakarta, Rabu (12/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana caranya Kepolisian dapat menjamin keamanan pengusaha? Sutarman menjelaskan berdemo adalah hak buruh dan kepolisian akan memfasilitasi demo buruh. Ia menyatakan dengan tegas larangan buruh melakukan aksi anarkis dan sweeping. Apabila buruh melanggar aturan dan masuk pada ranah pidana.

"Saya menjamin keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Indonesia ini. Saya meminta bapak ibu kembali mengajak dan meminta investor untuk beinvestasi di Indonesia. Saya akan mengawal Anda dalam proses berinvestasi di Indonesia sehingga nyaman bisa berinvestasi di Indonesia. Kalau selama ini keamanan adalah beban atau cost yang besar bagi pengusaha setelah saya memimpin saya tegaskan itu tidak akan terjadi," tuturnya.

Menurutnya keberadaan investor di Indonesia sangat dibutuhkan untuk menopang bergeraknya bisnis dan ekonomi di Indonesia. Apalagi 75% kontribusi pendapatan negara didapat dari sektor bisnis dan usaha.

Selain itu, adanya investor/pengusaha dapat membuka banyak lapangan pekerjaan. Itu artinya jumlah pengangguran berkurang dan otomatis tindakan kriminal juga akan berkurang.

"Dengan begitu kita juga akan menjadi negara maju. Hal itu sudah terlihat tahun lalu krisis ekonomi dunia, ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh. Ekonomi mikro dan makro kita terus didorong dan menciptakan lapangan pekerjaan baru dan ini sangat luar biasa. Buruh dan pengusaha seperti ikan dan air yang saling berkepentingan. Indonesia masih membutuhkan investor karena banyak masyarakat kita yang masih menganggur," jelasnya.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads