“Negara-negara ASEAN sudah mulai membangun PLTN. Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, dan lainnya sedang mau bangun,” kata Herman Agustiawan, Anggota Dewan Energi Nasional.
Menurut Herman, faktor keamanan memang masih menjadi momok untuk mengembangkan energi nuklir. Oleh karena itu, di Indonesia, nuklir menjadi opsi terakhir jika energi terbarukan lainnya kurang memadai.
“Namun pertanyaan saya, apakah cukup dengan renewable energy? Tidak, jadi harusnya kita mulai sekarang bangun nuklir. Pembangunannya perlu waktu 10 tahun," kata Herman.
Kira-kira bagaimana perkembangan pemanfaatan nuklir di negara-negara tetangga? Berikut kisahnya:
Vietnam: Siap Beroperasi
|
|
Pada 2006, pemerintah Vietnam berencana untuk mendirikan PLTN dengan kapasitas 2.000 Mwe yang ditargetkan beroperasi pada 2020. Rencana ini disetujui pada 2007, dan target kapasitasnya dinaikkan menjadi 8.000 Mwe dan rencananya rampung pada 2025. Kemudian disusul lahirnya regulasi pemanfaatan energi nuklir pada 2008 sebagai payung hukumnya.
Proyek-proyek PLTN lainnya pun bermunculan. Misalnya pada 2010, Vietnam menyepakati pembangunan PLTN berkapasitas 4x1.000 Mw dengan bantuan Rusia. Pembangunan proyek ini akan dimulai pada 2014, dan unit pertamanya bisa beroperasi pada 2020. Vietnam memang cukup ambius karena memiliki target untuk membuat porsi pemanfaatan nuklir sebesar 20-25 persen pada 2050.
Filipina: Reaktor Jadi Tempat Rekreasi
|
|
Pada 1984, PLTN Bataan hampir selesai dan dua tahun kemudia Marcos digulingkan melalui gerakan people power. Corazon Aquino, sang pengganti, memutuskan untuk tidak mengoperasikan PLTN Bataan mengingat saat itu baru saja terjadi tragedi Chernobyl.
Sampai sekarang PLTN Bataan masih berdiri, meski tidak beroperasi. Untuk pemeliharaannya saja, pemerintah mengeluarkan dana 40 juta peso atau lebih dari Rp 10 miliar. Pada 2011, pemerintah menetapkan PLTN Bataan sebagai tempat rekreasi.
Malaysia: Sudah Punya Reaktor Tunggal
|
|
Singapura: Opsi Terakhir
|
|
“Singapura perlu memperkuat kapasitas dan kemampuan di bidang nuklir. Begitu juga dalam hal penanganan ketika kondisi darurat,” kata Iswaran.
Halaman 2 dari 5










































