Sugiharto: Direksi Garuda akan Diisi Orang Dalam
Jumat, 03 Des 2004 14:19 WIB
Jakarta - Menneg BUMN Sugiharto memastikan direksi Garuda yang baru kebanyakan akan diambil dari orang dalam. Sedangkan, untuk Indosat akan dicari dari kalangan profesional yang telah memiliki kemampuan berkapasitas regional."Untuk Garuda sebanyak-banyaknya akan kita usahakan berasal dari dalam meskipun akan ada penyegaran yang menyeluruh karena paradigmanya harus diubah sebagai national flight carrier," kata Sugiharto usai sholat Jumat di Masjid Depkeu, Jakarta, Jumat, (3/12/2004).Dikatakan Sugiharto, Garuda harus mampu menjadi national carrier choice agar tidak termarjinalisasi dengan perusahaan penerbangan swasta yang baru saja tumbuh.Sementara saat disinggung tentang calon direksi Garuda yang sebelumnya sempat di fit and proper test oleh Menneg BUMN sebelumnya, Sugihartop mengatakan, dia akan melihat lagi hasil fit and proper test tersebut."Karena saya menteri baru ya harus dilihat dari awal. Saya, akan baca lagi supaya fair," katanya.Terkait dengan direksi Indosat, Sugiharto mengakui, hingga saat ini ia belum memiliki calon, namun pihaknya akan terus mengupayakan dari kalangan profesional yang termasuk Indonesian Champion, baik yang ada di dalam negeri atau di luar negeri."Sekarang saya sedang mengorganizing data untuk melihat beberapa dari mereka, apakah bersedia mengabdi pada negara atau tidak," katanya.Menurut Sugiharto, pihaknya akan melakukan maping terhadap putera-putera terbaik tersebut. Dalam perkiraan akan ada 10-30 orang Indonesia yang sudah masuk dalam kategori regional head."Jadi saya tekankan untuk industri yang strategis akan saya limpahkan ke orang-orang yang profesional," tegasnya.Sementara mengenai nasib direksi sejumlah BUMN yang merugi, ia mengatakan, direksi tersebut tidak akan serta merte diganti. Pihaknya, masih akan melakukan analisa mengenai perubahan yang telah dihasilkan oleh direksi tersebut."Kalau ada perusahaan yang sebelumnya rugi Rp 200 miliar, kemudian tahun ini hanya rugi Rp 100 miliar. Itu kan prestasi. Jadi kita harus melihat dari konteks yang obyektif sebab direksi itu menjalani suatu performance berdasarkan periode masa bakti. Makanya, jangan menggeneralisir semua perusahaan yang rugi direksinya akan diganti," ungkap dia.Lebih jauh, untuk mengisi jabatan deputi di kantor Menneg BUMN, pihaknya akan memprioritaskan dari kalangan birokrat. Akan tetapi, jika parameter-parameter yang dibutuhkan tidak dipenuhi, maka baru dipikirkan mengambil dari kalangan luar atau profesional."Tapi itu harus dibahas dengan Menteri PAN untuk memungkinkan masuknya orang profesional ke dalam," tuturnya.
(umi/)











































