"Daun-daun tanaman sayuran saat ini berwarna putih akibat tertutup abu vulkanik. Saat ini, dampaknya memang belum kelihatan," kata Kepala Desa Serang, Sugito di Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jumat (14/2/2014).
Menurutnya, guyuran hujan abu terus terjadi, sehingga sangat berdampak pada tanaman sayuran. Pertumbuhan tanaman terganggu atau perlahan-lahan bisa mati karena abu vulkanik.
"Proses fotosintesis akan terhambat jika daunnya tertutup abu, sehingga pertumbuhan tanaman akan terganggu," jelasnya.
Ia memperkirakan hingga sore hari nanti tanaman sayuran akan semakin tertutup abu karena cuaca masih tampak mendung tapi tidak turun hujan di kawasan Lereng Gunung Slamet. Tanaman sayuran yang tertutup abu vulkanik tersebut diantaranya cabai, kobis atau kol, kentang, dan wortel.
Sugito mengungkapkan, sebenarnya saat ini sudah ada petani cabai yang memasuki masa panen, tapi akibat hujan abu, untuk sementara petani menghentikan aktivitas memanen cabai hingga hujan abu reda.
"Cabai yang dipanen tentunya harus dicuci dengan air karena tertutup abu," ujarnya.
(arb/hen)











































