Petani apel Malang asal Kota Batu, bernama Ngaribun mengatakan kini ia sedang sibuk membersihkan abu vulkanik yang menempel di semua pohon di perkebunan apelnya. Ngaribun harus membersihkan 2 hektar lahan apel miliknya agar tidak terlalu lama tertutup abu vulkanik Gunung Kelud.
"Itu semuanya menduduki daun-daun itu, dan buahnya juga. Nggak cuma apel, jeruk juga, di Malang agak parah. Abunya tapi nggak panas, hanya abunya saja, saya siram air saja," kata Ngaribun saat dihubungi detikFinance, Jumat (14/2/2013).
Ngaribun mengatakan, abu vulkanik yang menempel di tanama apelnya cukup tebal, sekitar 2-3 cm. Abu yang menempel di tanaman apel akan berpengaruh terhadap mutu dan kualitas tanaman apelnya. Apalagi bulan depan, Ngaribun dan petani apel malang lainnya akan panen.
"Pengaruhnya apelnya nggak bisa merah, saya semprot. Abunya cukup tebal, sekitar 2-3 cm," tuturnya.
Ia mengharapkan pada saatnya panen nanti hasil kebunnya ini masih bisa dijual, dan bencana letusan Gunung Kelud bisa cepat selesai.
"Kalau harga nggak akan pengaruh, tapi mutunya itu kurang bagus, nggak bisa merah. Semoga nggak apa-apa," tutupnya.
(zul/hen)











































