Bantah 'Tongpes', Jakarta Monorail Sebut Kantongi Modal Rp 25 T

Bantah 'Tongpes', Jakarta Monorail Sebut Kantongi Modal Rp 25 T

- detikFinance
Senin, 17 Feb 2014 12:37 WIB
Bantah Tongpes, Jakarta Monorail Sebut Kantongi Modal Rp 25 T
Jakarta - PT Jakarta Monorail membantah tidak mempunyai dana untuk melanjutkan proyek monorel DKI, yang memang belum terlihat progres pembangunan fisiknya. Perusahaan ini menyatakan telah mengantongi dana Rp 25 triliun, dan membantah isu tak punya modal alias kantong kempes (tongpes).

Direktur Teknik PT Jakarta Monorail Bovanantoo mengatakan, pihaknya bersama konsorsium yaitu Ortus Company dan China Communication Construction Company Ltd (CCCC) telah menyediakan dana segar sebesar Rp 25 triliun.

"Sekarang kita sudah datangkan mock up (contoh) kereta dan desainnya pasti kami punya dananya. Prediksi sebelum kurs naik, kita sudah siapakan dana Rp 8-9 triliun, sekarang kita siapkan Rp 10 triliun itu untuk investasi di sistemnya saja, lalu untuk over all dan maintanance, sehingga dari China (CCCC) juga sudah siapkan Rp 15 triliun. Jadi ini dana dari konsorsium saja CCCC dan Ortus," kata Bovanantoo kepada detikFinance, Senin (17/02/2014).

Bovanantoo memastikan, Jakarta Monorail layak membangun proyek monorel di Jakarta. Pasalnya dari 15 dokumen yang dipersyaratkan Pemprov DKI Jakarta, hanya Jakarta Monorail yang bisa memenuhi semua prosedur yang dipersyaratkan.

"Ada 15 dokumen kelengkapan yang disyaratkan Pemprov DKI Jakarta yang sudah kita penuhi dan itu artinya nilai likuid bagi investor," imbuhnya.

Selain itu, Bovanantoo memastikan proyek monorel Jakarta menjadi prioritas yang dicanangkan dalam hubungan antara China dan Indonesia akhir 2013 lalu.

"Bahwa di bulan November 2013 sudah ditandatangani kesepakatan Presiden China Xi Jinping dan Presiden SBY dan ada 10 paket infrastruktur yang ditandatangani MoU termasuk monorel. Jadi ada perhatian khusus," jelasnya.

Sebelumnya, Ahok memang mengisyaratkan bisa saja proyek ini dihentikan pembangunannya. "Aku udah bilang masih ngasih kesempatan. Bu Yani (Bappeda) udah buat surat, kalau dia nggak mampu. Untuk lanjutin lagi, kita akan cabut. Bisa dibatalin," kata Ahok.

Ahok mengatakan, proyek monorel belakangan dinilai tak bisa dibangun di Jakarta. PT Jakarta Monorail dinilai Ahok tak memiliki pendanaan yang cukup untuk melanjutkan pembangunannya.

"Masalahnya nggak bisa tutup. Mereka nggak dapat pinjaman. Saya kira nggak dapat uang untuk bisa bayar Adhi Karya segala macam. Tapi kita nggak tahu alasannya," ujar politisi Gerindra ini.

Menurut Ahok, pihak Jakarta Monorail menahan proyek tersebut, sehingga tak dapat diambil alih oleh perusahaan lain. Mau tidak mau, ia dan Jokowi akhirnya menyerahkan pembangunan tersebut kembali pada mereka.

"Kita minta dia lepas, dia nggak mau kasih lepas. Dia mau gugat. Maksud saya, kalau kamu nggak bisa, nyari PT lain dong. Tapi dia nggak mau.

Hingga saat ini pihak pemprov masih menunggu keputusan dari Jakarta Monorail apakah akan melanjutkan pembangunan tersebut atau tidak.

"Kita bisnis kan gampang saja. Kalau nggak lanjutin berarti emang nggak layak. Kalau kita bilang setop dia kan juga bisa gugat kita kemarin. Tapi kalau dia nyerah sendiri, ya dicabut. Haknya dia. Jangan terus menggantungkan kita terus," pungkas Ahok.

Proyek Monorel Jakarta sendiri memiliki 2 rute yakni green line (jalur hijau) dan blue line (jalur biru). Blue line membentang sepanjang 14,2 km dari Tebet-Suharjo-Menteng Dalam-Casablanca-Ambasador-Sudirman WTC-Menara Batavia-Dukuh Atas-Kebon Kacang-Tanah Abang-Cideng-Tomang-Taman Anggrek.

Sementara Green line yang membentang sepanjang 14,8 km dari Casablanca-Taman Rasuna-Kuningan Sentral-Setia Budi Utara-Karet-Pajempongan-Palmerah-Stasiun Madya-Plaza Senayan-GBK-SCBD-Komdak-Satria Mandala-Gran Melia-Casablanca.

Pada saat groundbreaking di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Joko Widodo menargetkan pembangunan proyek ini akan selesai pada tahun 2017.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads