Indonesia Minta AS dan Australia Rukun, Tidak Saling Sadap

Indonesia Minta AS dan Australia Rukun, Tidak Saling Sadap

Indah Mutiara Kami - detikFinance
Senin, 17 Feb 2014 15:34 WIB
Indonesia Minta AS dan Australia Rukun, Tidak Saling Sadap
Jakarta - Pemerintah Indonesia menyayangkan aksi sadap yang dilakukan National Security Agency (NSA) alias Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) menyadap bisnis rokok dan udang Indonesia. Seharusnya AS bisa menjaga hubungan baik dengan Indonesia.

"Dalam pandangan kami untuk negara seperti AS dan Australia, kita seharusnya saling mendengar dan bukan saling memata-matai," kata Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa saat jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2014).

Penyadapan yang dilakukan NSA itu diduga juga dapat bantuan dari Direktorat Sinyal Departemen Pertahanan (DSD) Australia yang belakangan berganti nama menjadi Direktorat Sinyal Australia (ASD).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Presiden AS Barack Obama sudah mengulas kembali jenis-jenis kegiatan yang dilakukan NSA dan dampaknya bagi hubungan internasional. Penyadapan NSA selama ini dilakukan demi mencegah tindak terorisme.

"Perbaikan dan pendekatan akan praktek-praktek ini akan menjadi sangat relevan," ujarnya.

Marty mengaku sudah mendapat kabar dari pihak Australia yang katanya melakukan penyadapan di bisnis udang Indonesia demi menyelamatkan warganya.

"Untuk itu saya tidak langsung merespons. Ini sangat menggangu dan cukup sulit untuk mengaitkan antara udang dan dampaknya dengan hubungan dengan Australia. Ini agak berlebihan," jelasnya.

Atas dugaan penyadapan ini, Pemerintah AS melalui Menlu John Kerry mengaku prihatin dan siap bertanggung jawab.

"AS tidak mengumpulkan intelijen dalam persaingan perdagangan dan komersial. Kami harus bertanggung jawab soal ini," kata Kerry.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads