Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengatakan ada 30.000 ekor sapi perah di daerah Kediri hingga Malang yang kondisinya stres akibat letusan Gunung Kelud.
"Di sana ada sentra sapi perah terutama di Pujon, Kediri dan Malang. Ada 10.000 peternak yang memiliki 30.000 sapi perah. Dengan letusan Kelud membuat sapi perah itu stres untungnya masih bisa hidup," kata Rusman saat membuka acara Nestle dengan tema Scaling Up Sustainability through Creating Shared Value di Hotel Four Seasons Kuningan Jakarta, Selasa (18/02/2014).
Menurutnya dampak stresnya 30.000 ekor sapi perah maka kualitas dan produktivitas susu sapi mengalami penurunan cukup signifikan. Namun Rusman belum punya data soal angka penurunannya.
"Kita khawatirkan kualitas susu ini drop karena sapi perah ini pada stres. Berapa angkanya saya belum bisa menyebutnya," imbuhnya.
Menurut Rusman butuh waktu 1-2 bulan untuk memulihkan kondisi sapi perah, caranya dengan memberi pakan yang berkualitas. Pihaknya akan memberikan bantuan pakan yang berkualitas agar kondisi sapi perah kembali normal.
Misalnya pemerintah sudah mengirimkan vaksin untuk unggas dan sapi dan pakan yang jumlahnya 10 ton. Hal ini untuk penolong pertama sapi perah yang stres.
"Nestle ini punya partner (peternak sapi) di sana kita harus berbaikan sama Nestle. Kalau stres, yang dibutuhkan adalah makanan yang memadai. Nestle itu akan menyediakan 60 ton gabon jagung atau hijauan segar dan 50 ton silase. Ini untuk mengembalikan produktivitas dan kualitas susu dari sapi yang stres," katanya.
(wij/hen)











































