"Seperti pengurangan pasokan bawang merah dan cabai di Jawa Timur, jangan terus memudahkan impor. Cari kantong produksi dulu mungkin masih ada stok di sana. Nanti ada maping, paling tidak maping per provinsi agar segera bisa dialirkan," ungkap Rusman saat membuka acara Nestle dengan tema Scaling Up Sustainability Through Creating Shared Value di Hotel Four Seasons Kuningan Jakarta, Selasa (18/02/2014).
Ia mengakui dampak kerusakan lahan hortikultura di sekitar areal letusan Gunung Kelud kondisinya cukup parah. Menurutnya penanganan masalah letusan gunung dengan banjir cukup berbeda. Pada saat banjir, pemerintah cukup mengganti dengan bibit sementara letusan gunung perlu penanganan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusman menyarankan para petani agar lebih dulu menanam tanaman sela seperti jagung sambil menunggu kondisi tanah kembali normal. Rusman mengungkapkan, positifnya dampak dari letusan Gunung Kelud nantinya tanah yang ada disekitar akan bertambah subur.
"Gunung Kelud ini nantinya lahan di sana bertambah subur. Tim kita ke sana dan kita tunggu rekomendasi dan kapan bisa tanam lagi. Diisi dulu dengan tanaman sela seperti jagung karena hortikultura ini sensitif dengan abu vulkanik. Kalau kita kasih bibit belum tentu maksimal hasilnya," jelasnya.
Produksi tanaman hortikultura seperti cabai dan bawang merah terganggu akibat letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur. Akibatnya pasokan kedua komoditas tersebut anjlok terutama di beberapa pasar tradisional di Jawa Timur.
Data Kementerian Perdagangan menyebut, jumlah kedatangan pasokan kedua komoditas tersebut turun sekitar 50% di salah satu pasar induk di Surabaya dari angka normal 20 ton per hari menjadi 10 ton per hari.
(wij/hen)











































