Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengungkapkan salah satu penyebab banyaknya kebutuhan air di sektor pertanian adalah sikap boros dari para petani.
"Kita itu belum punya gerakan nasional untuk menghemat air termasuk oleh petani. Petani kita penggunaan airnya boros padahal kebutuhan air di sektor pertanian cukup besar dan paling besar setelah konsumsi rumah tangga. Harus berhemat petani kita gunakan air. Kita masih belum dan tidak merasakan sesuatu ketika air akan menjadi masalah besar di Indonesia nantinya," kata Rusman saat ditemui di Hotel Four Seasons Kawasan Kuningan Jakarta, Selasa (18/02/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Amerika Serikat sana manajemen air sudah dipegang oleh swasta, petani saja suruh bayar untuk mendapatkan air. Kalau kita masih free, dan air ini masih dianggap barang publik yang bebas. Sehingga tingkah kita semena-mena. Kita ini harus ubah sikap kita untuk menghemat air," imbuhnya.
Pemerintah Indonesia tidak punya kebijakan yang sama soal air seperti yang dilakukan AS kepada petaninya. Oleh karena itu, jalan satu-satunya adalah para petani diminta berhemat untuk menggunakan air.
"Tidak bisa kebijakan serupa dilakukan di kita. Jadi intinya bagaimana me-manage air sedemikian mungkin. Kalau banjir, lahan pertanian kita kebanjiran, kalau kering kita kekeringan. Ini masalah budaya dan masih dianggap barang public bukan komersial. Coba kalau listrik, kita bisa hematkan," cetusnya.
(wij/hen)











































