"Apa yang cocok itu nggak tahu, tebu itu harus di tanah yang sangat subur, Sumatera itu nggak cocok. Jawa tanahnya sudah habis," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat rapat dengan Komisi IV DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Ia mengatakan, lahan di Jawa sudah sangat menipis dibanding lahan-lahan di pulau lainnya. Misalnya di Sumatera tidak cocok untuk ditanami tebu sehingga menjadi kendala pembukaan lahan baru perkebunan tebu.
Zulkifli mengatakan, rencana pembukaan lahan 300.000 hektar di Kalimantan, belum tentu cocok untuk tanaman tebu.
"Di Kalimantan kemarin ada 300.000 hektar untuk pertanian pangan. Apakah cocok? Itu belum tentu cocok kan? Sulawesi tipis, di Papua ada tapi kita lihat petanya," singkat Zulkifli.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Gamal Nasir mengatakan Indonesia masih kekurangan sekitar 300.000 hektar untuk tebu. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan produksi dan swasembada gula jadi terkendala.
"Masalah tebu ini kita kan masih kekurangan gula, untuk mamin (makanan dan minuman) 3 juta ton. Kalau rumah tangga kita hampir bisa memenuhi lah. Produksi (gula konsumsi) kita 2,5-2,6 juta ton. Kebutuhan 2,7-2,8 juta ton," kata Gamal.
(zul/hen)











































