Ide-ide Sederhana Berbuah Triliunan Rupiah

Ide-ide Sederhana Berbuah Triliunan Rupiah

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 20 Feb 2014 08:15 WIB
Ide-ide Sederhana Berbuah Triliunan Rupiah
Jakarta - Banyak sekali ide-ide sederhana yang sebenarnya bisa menghasilkan uang triliunan rupiah dengan sedikit ketekunan dan kerja keras. Contohnya seperti produk dan perusahaan-perusahaan ini.

Beberapa perusahaan yang ada di daftar ini sekarang terkenal ke seluruh dunia. Apalagi setelah mereka melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) yang membuatnya makin dikenal luas dan menghasilkan triliunan rupiah.

Padahal sebelumnya mereka bukan siapa-siapa, hanya orang dan perusahaan biasa saja tapi punya ide sederhana nan brilian. Siapa saja mereka, simak hasil penelusuran detikFinance, Rabu (19/2/2014).

Zynga

Pernah keranjingan main poker online? Pasti tahu dong dengan pembuatnya, Zynga. Selain poker, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini juga membuat beraneka game online lainnya.

Zynga didirikan oleh Mark Pincus, Michael Luxton, Eric Schiermeyer, Justin Waldron, Andrew Trader, dan Steve Schoettler.

Ide awalnya sederhana mereka membuat game yang bisa menghubungkan satu pemain dengan pemain lain melalui jejaring sosial. Dengan demikian, game yang biasa-biasa saja dimainkan sendirian bisa jadi lebih seru dimainkan bersama.

Setelah sukses besar, Zynga melangsungkan IPO di 2011 dan sahamnya langsung melambung. Sayangnya seiring waktu berjalan, kesuksesan Zynga mulai pudar karena disalip gam-game platform mobile yang bisa diunduh lewat ponsel pintar atau komputer tablet.

Sampai akhir September lalu Zynga menderita rugi US$ 68.000 padahal pada tahun sebelumnya mencetak laba hingga US$ 306,5 juta.

Saat IPO, Zynga meraup dana hingga US$ 7 triliun jualan saham di harga US$ 10 per lembar. Kemarin, sahamnya diperdagangkan di kisaran US$ 5 per lembar dengan tren terus melemah.

Facebook

Jejaring sosial yang satu ini paling populer di dunia. Wajar saja, jumlah penggunannya masih nomor satu di dunia.

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa Universitas Harvard, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes.

Awalnya keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Setelah mendapat bantuan investor, situs jejaring sosial ini pun dibuka kepada publik.

Melihat kesuksesan perusahaan mereka, Zuckerberg dkk pun membawa Facebook ke lantai bursa. Pada hari pertama IPO Facebook menjual saham US$ 38 per lembar tapi malah turun pada saat penutupan.

Facebook meraup dana sebesar US$ 10 miliar dari aksi korporasi ini atau sekitar Rp 100 triliun.

Twitter

Lain Facebook, lain juga dengan Twitter. Sama-sama jejaring sosial yang sukses, sama-sama pernah meraih triliunan rupiah lewat IPO.

Twitter adalah layanan jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter, yang dikenal dengan sebutan kicauan (tweet).

Twitter didirikan pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey, dan situs jejaring sosialnya diluncurkan pada bulan Juli.

Sejak diluncurkan, Twitter telah menjadi salah satu dari sepuluh situs yang paling sering dikunjungi di Internet, dan dijuluki dengan SMS-nya internet.

Jejaring sosial yang terkenal dengan postingan 140 karakter itu melepas 70 juta lembar saham ke pasar, dengan opsi tambahan 10,5 juta lembar lagi dalam 30 hari setelah IPO. Dengan saham tambahan itu total nilai IPO Twitter jadi sebesar US$ 2,1 miliar (Rp 21 triliun).

King 'Candy Crush'

King, perusahaan di balik kesuksesan game mobile 'Candy Crush Saga', berniat menjual sebagian sahamnya di bursa efek. Dana yang bisa diraup diperkirakan mencapai US$ 5 miliar (Rp 50 triliun).

King berniat membuntuti kesuksesan saham-saham teknologi seperti Facebook dan Twitter di akhir tahun lalu. Perusahaan teknologi lain yang akan mengekor antara lain Spotify, AirBnB, dan Square

'Candy Crush Saga' tahun lalu menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh dan menghasilkan omzet paling tinggi di antara aplikasi lainnya.

Permainan ini sudah diunduh sebanyak 500 juta kali sejak diluncurkan 2012 lalu. Permainan ini gratis, tapi ada beberapa fitur yang bisa didapat dengan membayar, seperti nyawa ekstra dan penambahan waktu permainan.

King meraup omzet US$ 1,9 miliar (Rp 20 triliun) di 2013 atau rata-rata Rp 50 miliar sehari. Sedangkan labanya mencapai US$ 825 juta, melonjak tinggi jika dibandingkan laba tahun sebelumnya yang hanya US$ 28,5 juta.

WhatsApp

Perusahaan yang satu ini tidak meraup dana triliunan lewat IPO melainkan akuisisi. WhatsApp dibeli Facebok senilai US$ 19 miliar (Rp 209 triliun).

Facebook hanya akan membayar tunai sebesar US$ 4 miliar, lalu sebesar US$ 12 miliar dalam bentuk kepemilikan saham di Facebook.

Nah, US$ 3 miliar sisanya diberikan khusus kepada para pendiri WhatsApp termasuk CEO Jan Koum. Dengan kepemilikan saham itu, Jan akan masuk ke jajaran direksi Facebook.
Halaman 2 dari 6
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads