Siswono: Pemerintah Terlalu Cepat Masuk AFTA
Minggu, 05 Des 2004 16:25 WIB
Jakarta -
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo menilai pemerintah terlalu terburu-buru masuk dalam ASEAN Free Trade Area (AFTA). Menurutnya, masuknya Indonesia dalam AFTA lebih banyak mendatangkan kerugian."Saya kurang mengerti kenapa pemerintah Indonesia begitu cepat memasuki AFTA. Yang tadinya 2010 menjadi 2007," kata Siswono di sela-sela Kongres V Tani dan Munas VI HKTI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (5/12/2004). Menurut mantan cawapres itu, Indonesia hanya akan mendapatkan keuntungan kecil dengan menyetujui masuk AFTA. "Kalau menurut hemat saya Indonesia memberi terlalu banyak kepada bangsa lain dengan menerima imbalan terlalu sedikit," katanya. Dijelaskan, bila AFTA terbentuk, pasar Indonesia hanya bertambah 2,4 kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Tapi Malaysia bisa sampai 20 kali lipat. Filipina mendapat tambahan pasar lebih dari 25 kali lipat. Sedangkan Thailand lebih dari 20 kali lipat. "Pemerintan RI dalam banyak hal terlalu cepat mengambil keputusan dan baru mempertimbangkan dampaknya belakangan," kritik Siswono.
(iy/)










































