"Yang ingin kita impor ini daging premium dari Jepang. Saya kan juga (pernah) sebagai duta besar Indonesia untuk Jepang, saya melihat banyak opportunity," ujarnya ditemui di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (20/2/2014).
Lutfi mengungkapkan, salah satu keuntungan mengimpor daging dari Jepang karena pasarnya cukup besar di Indonesia.
"Anda bisa lihatkan berapa banyak restoran Jepang di Indonesia, jadi ini mesti dijaga," katanya.
Ia menegaskan, impor daging dari Jepang merupakan daging untuk kelas premium, bukan daging reguler yang sering dijual di pasar tradisional. Juga bukan daging yang dihasilkan oleh para peternak di Indonesia.
"Ini kan dagingnya yang A1, yang premium, jadi dagingnya harganya sangat mahal," tutupnya.
Jenis daging yang dimaksud premium dari Jepang tersebut antaralain jenis wagyu. Daging ini terkenal daging kelas premium yang harganya mahal. Selama ini Indonesia lebih banyak mengimpor daging sapi dan sapi hidup dari Australia dan Selandia Baru.
(rrd/hen)











































