"Kalau tuduhan itu benar, saya akan berhentikan direksi ADHI," kata Dahlan kepada detikFinance, Jumat (21/2/2014).
Seperti diketahui, Jakarta Monorail menilai harga ganti rugi tiang monorel milik Adhi Karya sebesar Rp 130 miliar. Harga ini merujuk pada audit BPKP tahun 2010 dan investor Jakarta Monorail yakni Ortus Holding menilai emiten BUMN berkode ADHI ini melakukan penilaian sepihak. Perhitungan ADHI adalah sebesar Rp 193 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan pun menambahkan, mark up harga tiang monorel adalah tudingan serius kepada BUMN.
"Saya minta direksi ADHI mempertanggungjawabkan. Tuduhan itu saya anggap serius," jelasnya.
Akibat tudingan ini, BUMN karya tersebut bisa dianggap menghambat proyek moda transportasi Jakarta.
"Dikira ADHI atau BUMN menghambat program gubernur DKI hanya karena gubernur DKI memilih monorel Tiongkok daripada BUMN. Saya sudah janji, saat ground breaking dulu, mendukung percepatan proyek monorel tanpa mempertimbangkan kekalahan BUMN," jelasnya.
Selain itu, ADHI saat ini sedang melakukan bersih-bersih dari nama buruk akibat pada masa lalu kerap terlibat permainan proyek. Dengan adanya tudingan ini, citra ADHI bisa terganggu.
"ADHI sedang memperbaiki nama baik dan reputasinya, sehingga adanya tuduhan itu berlawanan dangan program pembersihan di ADHI," tegasnya.
(hen/ang)










































