Wow, Berkat Sneaker Dapat Rp 300 Juta Per Bulan

Gerak-Gerik Pehobi Alas Kaki (3)

Wow, Berkat Sneaker Dapat Rp 300 Juta Per Bulan

Hidayat Setiaji - detikFinance
Jumat, 21 Feb 2014 14:41 WIB
Wow, Berkat Sneaker Dapat Rp 300 Juta Per Bulan
Koleksi sneaker yang dijual di toko My Shoes. (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Sneaker punya banyak penggemar di Indonesia. Anak basket, anak skate, atau anak nongkrong biasa menyukai sepatu ini. Jika dulu sneaker bisa diperoleh di toko sepatu umum, kini sneaker pun punya toko khusus yang menandakan eksistensinya.
 
Salah satu toko sneaker yang menjadi rujukan para sneakerhead di Jakarta adalah My Shoes, yang berlokasi di daerah Radio Dalam (Jakarta Selatan). Pemiliknya bernama Yherry Saputro, yang memang sangat menyukai sneaker.
 
“Saya suka sneaker karena berhubungan dengan hobi saya yang lain yaitu basket dan lari. Sneaker juga saya pakai untuk aktivitas sehari-hari, lebih nyaman dan casual,” kata laki-laki berusia 35 tahun ini.
 
Sering berkumpul bersama para penggemar sneaker, Yherry pun punya ide untuk membuka bisnis. Akhirnya pada 2000 berdirilah My Shoes di bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
 
Setiap harinya, Yherry menyebutkan setidaknya bisa menjual 10 pasang sneaker. “Harganya sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 jutaan. Omset per bulan sekitar Rp 300 juta,” ungkapnya.
 
Para pelanggan di My Shoes, lanjut Yherry, biasanya adalah anggota komunitas sneaker. “Pembeli yang bukan dari komunitas juga banyak. Sneaker memang tidak pernah mati,” ujarnya.
 
My Shoes anti menjual produk-produk berstatus palsu. “Sekarang produk fake memang sangat mirip dengan yang asli, sulit dikenali. Namun untuk yang sudah berpengalaman pasti bisa mengenali,” kata Yherry.
 
Untuk menghindari pembelian produk palsu, Yherry menyarankan tiga hal. Pertama adalah membeli sneaker di toko resmi (authorized seller). Kedua, meski membeli di toko yang tidak resmi pastikan toko tersebut punya banyak pelanggan sehingga bisa dipercaya.

Ketiga, hati-hati ketika berbelanja secara online. “Bisa saja di website fotonya sneaker asli, tetapi ketika datang ternyata fake. Susah juga karena kita tidak bisa melihat barangnya secara langsung,” katanya.
 
Yherry sendiri bisa dibilang sebagai penggila sneaker. Dia mengaku punya koleksi pribadi sekitar 300 pasang sneaker. “Berapa dana yang saya habiskan sudah susah dihitung. Lagipula kalau ketahuan istri bisa bahaya,” ujarnya berkelakar.
 
Saat belum berkeluarga, Yherry biasa membeli dua pasang untuk sebuah varian sneaker. Satu pasang untuk dipakai, dan satu lagi untuk koleksi. Namun hal tersebut sudah tidak dia lakukan lagi.
 
“Sekarang mungkin hanya beli 1-2 pasang per bulan dengan budget Rp 2-3 juta. Kita harus menentukan batas, karena kalau tidak bisa jebol. Kalau sudah berumah tangga memang harus sedikit mengencangkan ikat pinggang,” papar Yherry.
 
Untuk merawat koleksinya, Yherry pun tidak main-main. Dia sengaja membeli pembersih khusus sneaker, yaitu Jason Markk, yang harganya tidak murah.
 
“Setiap minggu saya bersihkan sendiri satu per satu. Merawatnya memang harus hati-hati,” ucap Yherry.

(hds/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads