Orang Terkaya RI Ini Bagi-bagi Kulkas Gratis ke Nelayan

Orang Terkaya RI Ini Bagi-bagi Kulkas Gratis ke Nelayan

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 21 Feb 2014 18:08 WIB
Orang Terkaya RI Ini Bagi-bagi Kulkas Gratis ke Nelayan
Jakarta -

Pengusaha nasional Tahir mengungkapkan niatnya untuk membantu dan mengembangkan bisnis para nelayan/petambak. Caranya dengan membangun industri ikan bernilai tambah seperti industri pengalengan ikan serta menyediakan banyak cold storage (lemari berpendingin) ikan bagi nelayan.

"Jangka menengah ini kita akan memberikan cold storage (kulkas) kecil-kecil kepada nelayan lalu kita ciptakan industri pengalengan ikan yang penting nelayan bisa mendapatkan nilai tambah bagi para nelayan atau petambak," kata Tahir saat ditemui di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan kawasan Gambir Jakarta, Jumat (21/02/2014).

Tugas pendiri dan pemilik Mayapada Group ini hanya berkoordinasi dan menghubungi teman/rekan bisnis yang ia kenal di industri ikan nasional agar dapat bekerjasama langsung dengan nelayan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan koordinasi kepada teman pengusaha ya. Kami juga sebagai Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Tionghoa setelah tandatangani kita segera bicara dengan anggota kita dan bisa berbicara erat dengan Kementerian dan memilih data yang lengkap seperti di Bitung dan Cilacap dan daerah lain. Kita buta soal ini tetapi kita mengharapkan supaya nelayan mendapatkan nilai tambah," imbuhnya.

Nantinya nelayan hanya mensuplai ikan kepada industri ikan dan keuntungan yang didapat nelayan jauh lebih besar dari saat ini.

"Saya menjembatani karena kita adalah negara kepulauan terbesar yang sebetulnya nelayan hidupnya harus layak karena sumber kekayaan di laut sangat banyak," jelasnya.

Ingin Jadi Relawan

Pada kesempatan yang sama, Tahir mengaku ia tidak ini kembali bergelut di bidang bisnis apapun. Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya untuk menjadi relawan penuh.

"Tujuan hidup saya yang terakhir hanya untuk menjadi relawan dan nggak ada yang lain," kata Tahir.

Ia pun menampik kabar soal keninginan dia membangun proyek properti di Pantai Jakarta. "Nggak ada dan belum terpikirkan dan nggak akan ada," imbuhnya.

Ia pun ikhlas dan tidak meminta imbalan apapun saat menjadi seorang relawan. Semata-mata yang ia lakukan adalah membantu sesama manusia.

"Tidak, saya tidak ada kepentingan dagang. Saya hanya relawan dan tugas saya adalah mengabdi dan nggak ada bisnis dan saya nggak pernah minta jatah sama menteri apakah itu di (Kementerian) Kelautan. Tidak ada niat itu dan tujuan itu," tegas Tahir saat ditanya mengapa ingin hidup sepenuhnya sebagai seorang relawan.

(wij/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads