Menurutnya untuk wilayah seperti Maluku yang terdiri dari berbagai pulau, tidak mungkin menerima pegawai dengan kemampuan administrasi. Justru yang dibutuhkan itu dokter, bidan, perawat dan lainnya.
"Karena lokasinya itu sangat sulit di Maluku. Berbeda dengan DKI. Maka harus PNS yang benar-benar punya kemampuan yang dipekerjakan. Dokter, perawat, guru dan lainnya. Bukan tenaga administrasi," ungkap Gamawan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (24/2/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tenaga administrasi mungkin sudah harus, jumlahnya diperkecil, tapi tenaga teknis, yang punya pengaruh langsung kepada masyarakat seperti bidan, dokter, perawat, itu dalam bidang kesehatan itu penting," ujarnya.
Selain itu yang dibutuhkan adalah penyuluh pertanian lapang (PPL) dan penyuluh pertanian spesialis (PPS). Menurut Gamawan, keahlian tersebut sangat layak dijadikan PNS karena langsung bersinggungan dengan masyarakat.
"Bidang pertanian, PPL, PPS itu diperbanyak, yang punya pengaruh langsung terhadap masyarakat, kesejahteraan rakyat, jadi jangan tenaga administrasi, yang diperbanyak tapi tenaga teknis yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan rakyat," imbuhnya.
(mkj/hen)










































