Pembangunan Terminal I Pelabuhan Kalibaru atau 'New Tanjung Priok' ditargetkan selesai akhir 2014. Bila sudah beroperasi, pelabuhan baru ini akan mampu menampung kapal-kapal ukuran besar.
Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino mengatakan dermaga Pelabuhan Kalibaru akan memiliki kedalaman 16 meter atau lebih dalam dari Tanjung Priok. Selama ini Pelabuhan Tanjung Priok tak bisa disinggahi kapal-kapal ukuran besar karena dermaganya dangkal.
"Oleh karena itu kapal-kapal besar akan bisa masuk. Dan bahkan kapal terbesar bisa," ujar Lino di Beijing, Kamis (26/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lino mengatakan pihak Pelindo II tidak perlu repot-repot nantinya mempromosikan pelabuhan ini. Pihak Mitusi Ltd selaku operator terminal, diharuskan untuk menarik kapal-kapal besar masuk ke Pelabuhan Kalibaru.
"Hal ini menjadi salah satu syarat dalam kontrak yang ditandatangani di Tokyo kemarin," kata Lino.
Setelah Terminal I rampung, Pelindo akan melanjutkan pembangunan Terminal 2 dan 3. Untuk pembangunan dua terminal itu, jajaran direksi Pelindo melanjutkan perjalan ke Beijing pada Rabu dan Kamis untuk menjajaki kerja sama dengan China Merchant Group sebagai calon operator di Terminal 2 dan 3.
Terkait pembangunan Terminal I, Lino menjelaskan Mitsui akan membangun bagian suprastruktur pelabuhan dan sumber daya manusia di terminal satu New Priok.
Sedangkan Pelindo II akan membangun infrastruktur yang kini pengerjaannya sudah sampai 50 persen. Pembiayaan yang diberikan Mitsui dalam proyek tersebut sebesar US$ 300 juta.
Mitsui digandeng setelah memenangkan pemilihan terbatas yang dilakukan akhir tahun lalu. Mitsui juga akan memberikan pembayaran di muka US$ 100 juta, dan sewa pengoperasian pelabuhan terminal I Kalibaru senilai US$ 14 juta setiap tiga bulan sekali kepada PT Pelindo II.
"Suprastruktur pelabuhan itu seperti crane dan alat-alat di lapangan yang akan didatangkan secara bertahap sampai pertengahan tahun depan," kata Lino.
"Proyek ini (New Priok) tidak boleh gagal. Kalau gagal, namanya berjudi. Kita sudah beri syarat dalam perjanjian (dengan Mitsui) harus bawa kapal besar masuk ke Indonesia," katanya.
(/hen)










































