Ambisi Kolektor Game Indonesia: Punya Ding Dong Sendiri

Hobi dan Bisnis Video Game (2)

Ambisi Kolektor Game Indonesia: Punya Ding Dong Sendiri

Hidayat Setiaji - detikFinance
Jumat, 28 Feb 2014 13:04 WIB
Ambisi Kolektor Game Indonesia: Punya Ding Dong Sendiri
Foto: dok pribadi
Jakarta - Di Indonesia mungkin aktivitas mengoleksi video game belum terlalu mencuat. Padahal di luar negeri, koleksi para video game nerd bisa mencapai ratusan atau bahkan ribuan. Meski begitu, bukan tak ada kolektor Indonesia yang nyaris sama 'gilanya'.

Rindradana adalah salah satu contohnya. Laki-laki berusia 28 tahun ini sudah menyukai video game sejak kecil tetapi baru serius menjadi kolektor selama lima tahun terakhir. Sekarang koleksi Rindra, sapaan akrabnya, terdiri dari konsol dan video gamenya.

Kalau konsol jumlahnya sudah 50 unit. “Itu kalau dihitung gamewatch yang kecil-kecil. Saya lebih ke koleksi konsol,” kata Rindra, yang kerap tampil sebagai stand-up comedian (comic). Kalau jumlah video game, Rindra bilang sudah sulit mengitung karena jumlahnya terlalu banyak.
 
Meski koleksinya bisa dibilang berjubel, Rindra masih punya ambisi yang belum terwujud yaitu bisa memiliki sebuah mesin arcade. “Saya ingin punya mesin ding-dong yang lama, tapi sampai sekarang belum punya karena tidak ada tempat untuk menyimpan,” ujar mahasiswa program doktoral di Universitas Indonesia ini.
 
Selain tempat, biaya juga menjadi masalah bagi Rindra untuk memiliki mesin ding-dong sendiri. “Harus impor langsung dari Jepang. Untuk satu cabinet dengan mint condition, harganya bisa sekitar Rp 180 juta,” katanya.
 
Kecintaan Rindra terhadap dunia video game membuatnya tergerak untuk membentuk komunitas. Pada 2012 lahirlah komunitas video game yang diberi nama Abuget. Nama itu terinspirasi jurus hadouken milik Ryu, karakter video game Street Fighter. Di kalangan anak-anak era 1990-an, hadouken terdengar seperti “abuget”.
 
“Abuget adalah komunitas video game yang awalnya dibuat sebagai sarana nostalgia. Lebih ke retro game. Namun sekarang berkembang menjadi komunitas video game secara umum,” tutur Rindra. Selain sekedar kumpul-kumpul, Abuget juga pernah menyelenggarakan acara Geeky Nite di Bandung yang disebut Rindra sebagai acara pesta para gamer di mana mereka bermain game semalaman dan tertawa-tawa.
 
Komunitas ini memiliki situs yaitu abuget.com. Situs ini berisi review sejumlah game berdasarkan tema tertentu. Selain itu, sesama gamer juga bisa berinteraksi dan berbagi pengalaman di abuget.com.
 
Sejauh ini, situs maupun aktivitas di Abuget memang belum menghasilkan pemasukan. “Ini memang untuk aktualisasi diri saja, bukan cari uang. Jadi saat ini kami tidak mau menampung iklan. Tetapi nantinya bagaimana ya tidak tahu,” ucap Rindra.

(hds/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads