Pemerintah Teken 42 Kontrak Kerjasama Migas 12 Desember
Senin, 06 Des 2004 21:07 WIB
Jakarta - Pemerintah dipastikan akan menandatangani 42 kontrak kerjasama terkait dengan sektor minyak dan gas pada 12 Desember 2004. Sebanyak 15 di antaranya merupakan penandatanganan kontrak jual beli gas oleh BPMIGAS senilai US$ 3,5 miliar.Sedangkan 22 kontrak lainnya akan dilakukan Ditjen Migas terkait dengan pembukaan wilayah kerja baru dan perpanjangan kontraktor production sharing (KPS). Dan 5 sisanya merupakan penandatanganan kontrak khusus untuk operator pipa oleh BPH Migas.Demikian diutarakan Kepala BPMIGAS Rachmat Sudibjo, Dirjen Migas DESDM Iin Arifin Takhyan, dan BPH Migas Nafrizal Sikumbang dalam konferensi pers mengenai pelaksanaan Bimasena International Energy and Mineral (BIEM) Conference 2004 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (6/12/2004)."BPMIGAS akan menandatangani 15 kontrak jual beli gas yang diantaranya berbentuk head of agreement untuk kebutuhan dalam negeri senilai US$ 3,5 miliar pada tanggal 12 Desember bersamaan dengan pelaksanaan BIEM 2004," kata Rachmat. Penandatanganan tersebut, lanjutnya, akan menambah kontrak penjualan gas yang sebelumnya sudah ditandatangani senilai US$ 53,4 miliar.Sementara menurut Iin, dari 22 kontrak migas yang akan dilakukan pemerintah, 15 diantaranya adalah kontrak pembukaan wilayah kerja baru. Sedangkan 4 kontrak adalah perpanjangan kontrak KPS dan 2 lainnya adalah kontrak kerjasama dengan PT Pertamina."Kontrak migas yang ditandatangani itu terkait dengan pengumuman tender yang baru kita lakukan. Sementara untuk perpanjangan akan dilakukan pada salah satu KPS yang berada Jawa Timur dan tiga KPS di Papua," kata Iin.KPS di Jawa Timur itu adalah Energi Mega Persada untuk blok Kangean yang akan berakhir tahun 2010. Sedangkan tiga KPS di Papua diantaranya adalah Bintuni dan Berau.Sedangkan untuk 5 kontrak lainnya yang akan dilakukan BPH Migas, imbuh Sikumbang, pihaknya akan memberikan hak khusus operasionalisasi pipa kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan anak perusahaannya PT Transgasindo."Selain itu akan ada perusahaan swasta yang bergerak di transmisi gas di Cibitung, yaitu PT Igas Utama. Setelah ini diharapkan akan ada operator baru untuk seluruh wilayah di Indonesia," ungkapnya.
(sss/)











































