Muammar Khadafi: Operasi Plastik Tanpa Bius

'Permak' Wajah Ala Pemimpin Negara (2)

Muammar Khadafi: Operasi Plastik Tanpa Bius

- detikFinance
Senin, 03 Mar 2014 12:21 WIB
Muammar Khadafi: Operasi Plastik Tanpa Bius
Wajah Muammar Khadafi sebelum dan sesudah operasi. (Foto: Vanityfair)
Jakarta - Sebuah tengah malam di 1995. Langkah Dokter Liacyr Ribeiro tersaruk-saruk memasuki sebuah bunker di ibukota Libya. Misinya: membuat wajah Muammar Khadafi lebih muda dan melakukan implan rambut.

β€œDia bilang dirinya telah berkuasa selama 25 tahun dan tak mau melihat orang muda di Libya memandangnya sebagai orang yang tua,” kata Ribeiro kepada kantor berita Associated Press. Ribeiro menganjurkan facelift, tapi Gaddafi menolak.

Maka terjadilah prosedur operasi selama empat jam. Di tengah jalan, pemimpin Libya itu meminta berhenti karena ingin makan hamburger.

Anehnya, Dokter Ribeiro sesungguhnya adalah pakar operasi payudara. Keanehan lain, operasi plastik itu dilakukan tanpa pembiusan total. Alasannya, sang pemimpin Libya yang kontroversial itu takut dibunuh saat tak sadar.

Kisah Dokter Ribeiro yang berasal dari Rio de Janeiro, Brasil, ini disebut dalam tayangan dokumenter kantor berita BBC, pekan lalu. Film dokumenter bertajuk β€œMad Dog: Gaddafi's Secret World” itu juga mengisahkan gaya hidup Kolonel Khadafi yang kontroversial.

Termasuk tentang 'simpanan' dan pengawal sang bekas pemimpin Libya. Beberapa di antaranya masih berusia 14 tahun. Di film itu dikisahkan bagaimana sejumlah perempuan simpanan Khadafi diculik dari sekolah dan universitas dan ditahan selama bertahun-tahun di tempat rahasia di Universitas Tripoli atau tempat lainnya.

Kepada Daily Mail, seorang pengajar perempuan di Tripoli membenarkan hal itu. β€œMereka akan membawa perempuan yang mereka inginkan, tanpa kesadaran, tanpa moral, dan belas kasihan, padahal perempuan itu masih anak-anak,” kata si pengajar yang tak mau disebutkan namanya itu.

Dokter Ribeiro sendiri bilang kesannya terhadap Kadhafi, yang sudah wafat beberapa tahun lalu, baik-baik saja, kecuali permintaan 'aneh' Khadafi untuk mengoperasinya pada tengah malam sampai dini hari. β€œDia pria yang ramah, pria televisi,” katanya.

Tempat operasi di Universitas Tripoli itu berbentuk terowongan bawah tanah. Bagian dalamnya, kata Ribeiro, seperti rumah sakit dengan fasilitas yang baik.

Soal biaya yang dihabiskan untuk operasi itu tak diungkap. Tapi soal duit tak pernah jadi persoalan bagi Khadafi. Sebelum tewas terbunuh, Khadafi masuk golongan orang terkaya dunia. Majalah Forbes menyebutkan, kekayaannya lebih dari US$ 200 miliar dalam bentuk simpanan di bank, properti, dan investasi korporasi di seluruh dunia. Malah ketika dia tewas, sejumlah media menyatakan kekayaannya lebih besar ketimbang kekayaan tiga orang terkaya dunia, yaitu Carlos Slim, Bill Gates, dan Warren Buffett, kalau digabungkan.

(DES/DES)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads