Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo mengatakan, perseroan membeli 180 unit atau 18 rangkaian kereta dari Jepang. Sebanyak 15 rangkain kereta sudah dikirimkan ke PT KCJ.
"Yang sudah datang itu 150 unit (15 set), dari 180 unit yang dibeli atau 18 set. Yang belum datang 3 set atau 30 unit. Datang nanti di bulan Maret," kata Tri saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (3/3/2014).
Meski sudah ada di pihak KCJ, kereta-kereta tersebut sebelum dioperasikan karena harus mendapatkan sertifikat kelaikan dari Kementerian Perhubungan. Sebanyak 20 unit dari 150 unit yang ada telah mendapatkan sertifikat.
"Ada itu belum berarti bisa dipakai, perlu dirangkai dan diuji. Yang sudah keluar itu 20 unit. Yang menunggu keluar sertifikasi itu 2 set lagi, yang sudah diuji itu 3. Jadi Katakan 5 set nunggu sertifikasi lagi. Semoga di bulan Maret itu kita keluar sertifikasi dari Kementerian Perhubungan," paparnya.
Setelah dirangkai, diuji dan disertifikasi pemerintah, maka kereta-kereta tersebut bisa dioperasikan untuk melayani penumpang KRL di Jabodetabek.
Sebanyak 180 unit kereta tersebut dibeli PT KCJ pada 2013 lalu. Tahun ini, PT KCJ kembali melakukan pengadaan kereta sejenis sebanyak 176 unit dari Jepang. "Harganya Rp 1 miliar 1 unit," katanya.
(zul/hen)










































