Ini Dampak Memanasnya Hubungan Ukraina-Rusia Terhadap Ekonomi Dunia

Ini Dampak Memanasnya Hubungan Ukraina-Rusia Terhadap Ekonomi Dunia

- detikFinance
Selasa, 04 Mar 2014 08:05 WIB
Ini Dampak Memanasnya Hubungan Ukraina-Rusia Terhadap Ekonomi Dunia
Jakarta - Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyebutkan jika negaranya berada di ambang bencana. Dia mengatakan Rusia telah mendeklarasikan perang.

"Ini sudah kode merah, ini bukanlah ancaman. Ini sebenarnya adalah sebuah deklarasi perang pada negara kami," ujar Arseniy.

Hal itu disampaikan oleh Arseniy sehari setelah parlemen Rusia menyetujui pengerahan angkatan bersenjata mereka ke Ukraina.

Ratusan tentara Rusia melakukan konvoi menuju kota Crimea, Ukraina pada hari Minggu ini. Presiden Rusia Vladimir Putin telah menolak bujukan Barat untuk menarik kembali pasukannya.

Putin bersikeras pihaknya memiliki hak untuk melindungi kepentingan populasi masyarakat berbahasa Rusia di Crimea dan tempat lainnya di Ukraina.

Agresi tersebut berimbas kepada ekonomi dunia, ini dia beberapa contohnya seperti dirangkum detikFinance, Selasa (4/3/2014).

Harga Emas Dunia Melambung

Harga emas dunia diperkirakan akan melambung gara-gara gejolak di Ukraina. Kemarin saja harga emas dunia sudah naik 1% menyusul datangnya tentara Rusia ke Crimea.

Kelompok tujuh negara industri mengecam rencana Rusia masuk ke Ukraina dan membatalkan pertemuan puncak G8, yang melibatkan Rusia. Hajatan ini rencananya akan digelar di Sochi pada Juni mendatang.

Harga emas tunai dan berjangka menyentuh intraday tertingginya hari ini di US$ 1.345 per troy ounce, sejalan dengan ancaman Amerika Serikat (AS) untuk mengisolasi ekonomi Rusia. Bisa jadi ini perseturuan antara Rusia dengan Dunia Barat terbesar sejak Perang Dingin.

Harga Emas Dunia Melambung

Harga emas dunia diperkirakan akan melambung gara-gara gejolak di Ukraina. Kemarin saja harga emas dunia sudah naik 1% menyusul datangnya tentara Rusia ke Crimea.

Kelompok tujuh negara industri mengecam rencana Rusia masuk ke Ukraina dan membatalkan pertemuan puncak G8, yang melibatkan Rusia. Hajatan ini rencananya akan digelar di Sochi pada Juni mendatang.

Harga emas tunai dan berjangka menyentuh intraday tertingginya hari ini di US$ 1.345 per troy ounce, sejalan dengan ancaman Amerika Serikat (AS) untuk mengisolasi ekonomi Rusia. Bisa jadi ini perseturuan antara Rusia dengan Dunia Barat terbesar sejak Perang Dingin.

Harga Minyak Dunia Menanjak

Harga minyak di perdagangan Asia kemarin naik karena memanasnya hubungan antara Rusia dan Ukraina. Pemerintah Ukraina diminta memobilisasi pasukan untuk menghadang invasi Rusia.

Kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik US$ 1,2 per barel menjadi US$ 103,79 per barel hari ini. Sementara minyak jenis Brent North Sea untuk kontrak pengiriman April naik US$ 1,48 per barel menjadi US$ 110,55 per barel.

Pemangku kebijakan di Moskow Sabtu lalu mengambil keputusan untuk mengizinkan Presiden Vladirmir Putin mengirim pasukannya ke Crimea, Ukraina.

Pelaku pasar sekarang memantau penuh kondisi di Ukraina, karena akan berpengaruh terhadap pasar uang dan komoditi. Lebih dari 70% aliran minyak dan gas Rusia dialirkan lewat wilayah Crimea menuju pembeli di Eropa Barat.

Harga Minyak Dunia Menanjak

Harga minyak di perdagangan Asia kemarin naik karena memanasnya hubungan antara Rusia dan Ukraina. Pemerintah Ukraina diminta memobilisasi pasukan untuk menghadang invasi Rusia.

Kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik US$ 1,2 per barel menjadi US$ 103,79 per barel hari ini. Sementara minyak jenis Brent North Sea untuk kontrak pengiriman April naik US$ 1,48 per barel menjadi US$ 110,55 per barel.

Pemangku kebijakan di Moskow Sabtu lalu mengambil keputusan untuk mengizinkan Presiden Vladirmir Putin mengirim pasukannya ke Crimea, Ukraina.

Pelaku pasar sekarang memantau penuh kondisi di Ukraina, karena akan berpengaruh terhadap pasar uang dan komoditi. Lebih dari 70% aliran minyak dan gas Rusia dialirkan lewat wilayah Crimea menuju pembeli di Eropa Barat.

Bursa Asia Negatif

Bursa-bursa di Asia kemarin terkena tekanan gejolak di Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pasukan ke negara pecahan Uni Soviet tersebut. Sentimen ini menekan nilai tukar mata uang Asia, terutama Yen dan membuat bursanya negatif.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (2/3/2014), IHSG ditutup terpangkas 36,011 poin (0,78%) ke level 4.584,205. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 6,918 poin (0,89%) ke level 769,773.

Aksi jual terjadi karena gejolak di Eropa. Investor asing dan domestik melepas saham dan mencari instrumen investasi yang lebih aman, salah satunya emas.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore kemarin:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 188.84 poin (1,27%) ke level 14,652.23.
  • Indeks Hang Seng jatuh 336.29 poin (1,47%) ke level 22.500,67.
  • Indeks Straits Times melemah 28,81 poin (0,93%) ke level 3.081,97.

Bursa Asia Negatif

Bursa-bursa di Asia kemarin terkena tekanan gejolak di Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pasukan ke negara pecahan Uni Soviet tersebut. Sentimen ini menekan nilai tukar mata uang Asia, terutama Yen dan membuat bursanya negatif.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (2/3/2014), IHSG ditutup terpangkas 36,011 poin (0,78%) ke level 4.584,205. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 6,918 poin (0,89%) ke level 769,773.

Aksi jual terjadi karena gejolak di Eropa. Investor asing dan domestik melepas saham dan mencari instrumen investasi yang lebih aman, salah satunya emas.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore kemarin:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 188.84 poin (1,27%) ke level 14,652.23.
  • Indeks Hang Seng jatuh 336.29 poin (1,47%) ke level 22.500,67.
  • Indeks Straits Times melemah 28,81 poin (0,93%) ke level 3.081,97.

Orang Terkaya Ukraina Turun Tangan

Orang terkaya di Ukraina yang juga pendukung presiden Viktor Yanukovych yang baru saja digulingkan, Rinat Akhmetov, mengecam serangan Rusia dan meminta Ukraina bersatu mempertahankan integritas negara mereka.

"Adanya serangan dari luar seperti ini tidak dapat diterima. Krisis hanya dapat diselesaikan secara damai," kata Akhmetov, salah satu sekutu terdekat mantan presiden itu, seperti dikutip AFP, Senin (3/3/2014).

"Saya meminta semua warga untuk bersatu dan tak terpisahkan untuk Ukraina. Kita harus menjaga kepala dingin, tidak menyerah pada provokasi dan mengambil keputusan dengan cepat tanggap," kata Akhmetov dalam keterangan tertulis.

Seperti Yanukovych, Akhmetov berasal dari daerah pro-Rusia Donetsk di bagian timur Ukraina. Kota tersebut juga jadi markas bagi System Capital Management, perusahaan investasi miliknya.

Majalah Forbes mencatat kekayaan Akhmetov saat ini mencapai US$ 15 miliar (Rp 150 triliun). Ia dua kali terpilih sebagai anggota parlemen dari partainya Yanukovych.

Sabtu lalu, dewan lokal di Donetsk menyerukan referendum mengenai apakah akan tetap menjadi bagian dari Ukraina setelah adanya demonstrasi pro-Rusia besar-besaran.

Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyebutkan jika negaranya berada di ambang bencana. Dia mengatakan Rusia telah mendeklarasikan perang.

"Ini sudah kode merah, ini bukanlah ancaman. Ini sebenarnya adalah sebuah deklarasi perang pada negara kami," ujar Arseniy.

Hal itu disampaikan oleh Arseniy sehari setelah parlemen Rusia menyetujui pengerahan angkatan bersenjata mereka ke Ukraina.

Ratusan tentara Rusia melakukan konvoi menuju kota Crimea, Ukraina pada hari Minggu ini. Presiden Rusia Vladimir Putin telah menolak bujukan Barat untuk menarik kembali pasukannya.

Putin bersikeras pihaknya memiliki hak untuk melindungi kepentingan populasi masyarakat berbahasa Rusia di Crimea dan tempat lainnya di Ukraina.

Presiden Putin sempat meminta persetujuan untuk mengirimkan pasukan Rusia ke Crimea untuk menormalkan situasi politik di sana. Putin menyebut adanya ancaman terhadap kehidupan warga Rusia dan personel militer Rusia yang berbasis di wilayah selatan negara itu.

Orang Terkaya Ukraina Turun Tangan

Orang terkaya di Ukraina yang juga pendukung presiden Viktor Yanukovych yang baru saja digulingkan, Rinat Akhmetov, mengecam serangan Rusia dan meminta Ukraina bersatu mempertahankan integritas negara mereka.

"Adanya serangan dari luar seperti ini tidak dapat diterima. Krisis hanya dapat diselesaikan secara damai," kata Akhmetov, salah satu sekutu terdekat mantan presiden itu, seperti dikutip AFP, Senin (3/3/2014).

"Saya meminta semua warga untuk bersatu dan tak terpisahkan untuk Ukraina. Kita harus menjaga kepala dingin, tidak menyerah pada provokasi dan mengambil keputusan dengan cepat tanggap," kata Akhmetov dalam keterangan tertulis.

Seperti Yanukovych, Akhmetov berasal dari daerah pro-Rusia Donetsk di bagian timur Ukraina. Kota tersebut juga jadi markas bagi System Capital Management, perusahaan investasi miliknya.

Majalah Forbes mencatat kekayaan Akhmetov saat ini mencapai US$ 15 miliar (Rp 150 triliun). Ia dua kali terpilih sebagai anggota parlemen dari partainya Yanukovych.

Sabtu lalu, dewan lokal di Donetsk menyerukan referendum mengenai apakah akan tetap menjadi bagian dari Ukraina setelah adanya demonstrasi pro-Rusia besar-besaran.

Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyebutkan jika negaranya berada di ambang bencana. Dia mengatakan Rusia telah mendeklarasikan perang.

"Ini sudah kode merah, ini bukanlah ancaman. Ini sebenarnya adalah sebuah deklarasi perang pada negara kami," ujar Arseniy.

Hal itu disampaikan oleh Arseniy sehari setelah parlemen Rusia menyetujui pengerahan angkatan bersenjata mereka ke Ukraina.

Ratusan tentara Rusia melakukan konvoi menuju kota Crimea, Ukraina pada hari Minggu ini. Presiden Rusia Vladimir Putin telah menolak bujukan Barat untuk menarik kembali pasukannya.

Putin bersikeras pihaknya memiliki hak untuk melindungi kepentingan populasi masyarakat berbahasa Rusia di Crimea dan tempat lainnya di Ukraina.

Presiden Putin sempat meminta persetujuan untuk mengirimkan pasukan Rusia ke Crimea untuk menormalkan situasi politik di sana. Putin menyebut adanya ancaman terhadap kehidupan warga Rusia dan personel militer Rusia yang berbasis di wilayah selatan negara itu.
Halaman 2 dari 10
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads