Dari laporan bulanan Badan Pusat Statistik (BPS) bawang putih impor asal Singapura mencapai 55,8 ton atau senilai US$ 24 ribu. Importir beralasan hal ini terjadi karena mekanisme perdagangan global.
"Bisa saja itu terjadi artinya barang itu dari pedagang Singapura tetapi asal barang bukan dari Singapura misalnya dari China atau Australia. Ini menyangkut perdagangan multinasional," ungkap Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia Khafid Sirotuddin kepada detikFinance, Selasa (4/3/2014).
Ia memastikan bahwa tidak ada tanaman bawang putih di Singapura. Bahkan tidak hanya bawang putih, lahan beras pun tidak dapat ditemukan di Singapura.
"Kalau bicara negara asal barang yaitu Singapura di sana nggak ada tanaman. Tanaman di Singapura gedung itu. Tetapi mereka di sana itu kan negara kedua," imbuhnya.
Menurutnya tidak ada keuntungan yang didapat importir mengimpor bawang putih dari Singapura. Harga bawang putih dari pedagang di Singapura sama dengan harga bawang putih asal China.
"Harganya sama saja, importir tidak mendapatkan keuntungan yang signifikan," jelasnya.
(wij/hen)











































