'Indonesia Importir Bawang Putih Terbesar di Dunia'

'Indonesia Importir Bawang Putih Terbesar di Dunia'

- detikFinance
Selasa, 04 Mar 2014 13:33 WIB
Indonesia Importir Bawang Putih Terbesar di Dunia
Jakarta - China merupakan negara produsen bawang putih terbesar di dunia dengan produksi jutaan ton per tahun. Sedangkan Indonesia justru sebagai pengimpor bawang putih terbesar di dunia.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Hortikultura Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Benny Kusbini kepada detikFinance, Selasa (4/3/2014)

"Bawang putih kita memang nggak produksi banyak, Indonesia importir bawang putih terbesar di dunia 400.000-500.000 ton per tahun, 99,9% kebutuhan kita impor," katanya.

Ia mengatakan, kini nyaris tak banyak bawang putih yang ditanam oleh petani di Indonesia. Penyebabnya karena produktivitas, daya saing yang rendah dan kondisi iklim yang tak mendukung di Indonesia untuk tanaman bawang putih.

"China produsen bawang putih terbesar di dunia karena sub tropis dan didukung oleh infrastruktur," katanya.

Menurutnya harus ada upaya terobosan untuk melakukan pengembangan tanaman pengganti bawang putih. Benny yakin, di Indonesia ada potensi tanaman yang bisa sebagai subtitusi bawang putih.

"Kalau sekarang ini, impor bawang putih itu tak ada pilihan lain. Saya tanya ahli pertanian, bisa nggak kembangkan tanaman yang cita rasanya sama sebagai pengganti bawang putih, itu pekerjaan rumah kita," katanya.

Tahun 2013 bawang putih yang diimpor sebesar 440.000 ton, sedangkan sepanjang tahun 2012, Indonesia mengimpor 415.000 ton atau meningkat 6%.

Secara nilai pada tahun 2013 impor bawang putih mencapai US$ 360,8 juta (Rp 3,6 triliun) atau meningkat tajam bila dibandingkan pada 2012 yang nilainya hanya US$ 242,3 juta atau senilai Rp 2,3 triliun.

Pada 2013, China memasok 439.656 ton bawang putih atau US$ 360,6 juta, India dengan 198 ton atau US$ 148 ribu dan Vietnam 57,9 ton atau US$ 52,1 juta.

Terjadi peningkatan volume impor bawang putih dari China pada 2013 dibandingkan 2012. Pada tahun 2012 impor bawang putih dari China hanya sebanyak 410.100 ton dengan nilai US$ 239,4 juta atau Rp 2,27 triliun.


(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads