Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 04 Mar 2014 13:39 WIB

Dahlan Iskan: Saya Dapat Warisan 200.000 Pekerja Outsourcing

- detikFinance
Jakarta - Sejak ditunjuk menjadi Menteri BUMN pada tahun 2011, Menteri BUMN Dahlan Iskan mendapatkan ada 200 ribu pekerja outsourcing di BUMN. Dahlan menyatakan bukan dia yang memulai sistem outsourcing ini.

Hal tersebut disampaikan Dahlan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2014).

"Masalah outsourcing bukan saya yang memulai. Saya menerima warisan outsourcing 200.000," kata Dahlan.

Menurut Dahlan, persoalan outsourcing harus diselesaikan secara bertahap. BUMN tidak bisa menjalankan rekomendasi Panja Komisi IX DPR soal outsourcing, dengan mengubah status kepegawaian dalam waktu seketika. Apalagi, jumlah pekerja outsourcing di BUMN mencapai 200.000 orang.

"Panja seharusnya lebih komprehensif, tentang masukan masalah outsourcing. Nggak mungkin hari itu juga, nggak ada outsourcing. Nanti ada dampaknya," jelasnya.

Meski menerima warisan 200.000 pegawai outsourcing. Sebagai Menteri BUMN, Dahlan mengaku dirinya tidak lepas tangan. Ia kemudian membuat surat edaran yang isinya menyebutkan gaji pegawai outsourcing BUMN harus lebih tinggi 10% di atas upah minimum provinsi (UMP).

"Kita minta outsourcing nggak sama di tempat lain. Ini BUMN. Minimal 10% di atas outsourcing biasa (UMP). Ini harus kita kontrol. Kedua, bagaimana nasib mereka yang setiap tahun nggak menentu kontrak habis 1 tahun. BUMN jangan tender kerjaan 5 tahun atau diperpanjang 3 kali. Ini perlu kontrol," terangnya.

Untuk menjadikan pegawai outsourcing menjadi pegawai tetap, menurut Dahlan, BUMN memiliki standar sendiri. Tidak mungkin langsung mengangkat semua pegawai outsourcing tanpa prosedur.

"Outsourcing hari ini selesai nggak bisa. Ada tahapan mengenai usia, masa kerja," tegasnya.



(feb/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed