Qatar Pamerkan Proyek Pelabuhan Rp 74 Triliun

Qatar Pamerkan Proyek Pelabuhan Rp 74 Triliun

- detikFinance
Selasa, 04 Mar 2014 22:40 WIB
Qatar Pamerkan Proyek Pelabuhan Rp 74 Triliun
Jakarta - Punya proyek pelabuhan baru, pemerintah Qatar mengundang 53 Kepala Perwakilan Asing di Doha untuk meninjau proyek tersebut. Pelabuhan seluas 26,5 km persegi ini bernilai US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 74 triliun.

Dari siaran pers Kedutaan Besar RI untuk Qatar, Selasa (4/3/2014), proyek Pelabuhan Baru Negara Qatar ini terletak di Kota Messaeid, 24 km Selatan Doha. Proyek Pelabuhan Baru tersebut yang masih belum diberi nama dan hanya disebut dengan nama New Port Project (NPP) merupakan salah satu dari beberapa Mega Project Pembangunan di Qatar di dalam rangka mengisi Perwujudan Visi dan Misi 2030-nya.

Pelabuhan besar ini akan terdiri dari 3 entitas, yaitu sebagai Pelabuhan Niaga Qatar, Pelabuhan Angkatan Laut Qatar (Emiri Naval Force), dan Qatar Economic Zone. Lahan pelabuhan ini sebagian besar merupakan hasil reklamasi, saat ini proyek tersebut pembangunannya telah mencapai 35%.

Sebuah Control Tower setinggi 110 meter akan menjadi ikon Pelabuhan tersebut. Fase pertama pelabuhan baru itu akan dapat menangani sekitar 2 juta kontainer setiap tahunnya, dan kalau semua fasilitasnya sudah selesai diharapkan dapat menangani hingga 6 juta Kontainer tiap tahun.

Sejauh ini pembangunan Pelabuhan Niaga dan Pelabuhan Angkatan Laut (Emiri Naval Force) pembangunannya telah selesai 17% serta 8% untuk Qatar Economic Zone 3 (Three).

Ada 5 kontraktor yang sedang menangani fase pertama penyelesaian pelabuhan dengan memperkerjakan sekitar 5.800 orang dengan menggunakan 1. 400 buah alat beserta perlengkapannya.

Luas pelabuhan fase pertama sekitar 3,8 km panjangnya dan lebarnya 700 meter, serta memiliki kedalaman 17 meter. Secara total sekitar 63 juta meter kubik benda padat digali untuk pembangunan proyek tersebut. Terminal multi fungsi tersebut juga nantinya mempunyai kapasitas sekitar 750 ribu hewan potong, 500 mobil, dan 1 juta ton terigu.

Pada tahun lalu pembangunan pelabuhan ini telah memakan biaya US$ 1 miliar, dan dalam tahun 2014 ini direncanakan akan dikeluarkan biaya yang sama.

Project Executive Director NPP Nabeel Mohammed Al-Buenain mengatakan bahwa seluruh negara yang mempunyai potensi dan kapabilitas dapat turut serta di dalam pembangunan NPP ini melalui perusahaan-perusahaannya. Tender dilakukan secara transparan dengan persyaratan Internasional yang semua informasinya dapat diakses melalui situs mereka di www.npp.com.qa. Selain itu ia juga membuka kesempatan kerjasama di dalam pembangunan Pelabuhan di berbagai negara.

NPP Qatar merupakan salah satu lagi peluang untuk perusahaan-perusahaan kontraktor Indonesia yang selama ini belum ikut di dalam berbagai proyek yang cukup banyak di Qatar.

NPP Qatar ini juga merupakan peluang bagi tenaga kerja profesional dari mulai tingkat semi formal sampai formal, saat ini mereka masih membutuhkan kedua jenis tenaga kerja tersebut dari mulai tenaga mekanik/listrik, tukang batu, tukang kayu dan tukang las serta tentunya para insinyur.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads