"Rp 2-3 triliun untuk semua Jabodetabek. Yang paling penting itu persinyalan. Kalau ganti bertahap mulai tahun ini, selesai 3 tahun," kata Direktur Utama KAI Ignasius Jonan seusai jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Jonan mengatakan perseroan memperbaiki sinyal kereta akan dilakukan secara bertahap. Perbaikan tidak bisa dilakukan secara serentak karena akan menganggu pengoperasian KRL Commuter.
"Hilang sama sekali itu proses, makan waktu. Kecuali sinyal semua itu baru semua. Kalau baru semua berarti kereta itu harus berhenti. Makanya bertahap," katanya.
Gangguan yang kerap terjadi di pengoperasian KRL di Jabodetabek disebabkan kondisi sinyal kereta yang berusia uzur. Saat ini, usia rata-rata sistem persinyalan KRL Jabodetabek mencapai 20 tahun. "Umurnya sampai 20 tahun itu," tambahnya.
(zul/feb)










































