Rapat dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB. Saat ini, sudah hadir Menteri Perdagangan M Lutfi, Menteri Pertanian Suswono, Dirjen Pedagangan Luar Negeri Kemndag Bachrul Chairi dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agistina serta Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso.
Bachrul yang ditemui sebelum rapat mengatakan pembahasan siang ini adalah terkait kestabilan harga pangan.
"Kita bahas stabilitas harga pangan. Fokusnya itu, ya seperti beras dan pangan lain," ungkapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (5/3/2014)
Seperti diketahui, beberapa harga pangan mengalami lonjakan pada Februari. Seperti data yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi pun tercatat mencapai 0,26%.
Berikut ini rinciannya:
1. Beras dengan andil inflasi 0,05%. Perubahan harga naik 1,47%. Karena pasokan yang terhambat. Kenaikan tertinggi di Tanjung dan Bekasi.
2. Ikan segar andil inflasi 0,05%. Perubahan harga naik 3,07%. Karena pasokan ikan berkurang karena cuaca.
3. Cabai rawit andil inflasi 0,03%. Perubahan harga naik 17,43%. Pasokan berkurang akibat musim penghujan dan dampak dari letusan Gunung Kelud. Tertingi di Merauke dan Singkawa.
4. Emas perhiasan andil inflasi 0,02%. Perubahan harga naik 8,05%. Ini dampak dari pasar internasional. Tertinggi Manado.
5. Tarif kontrak rumah andil inflasi 0,02%. Perubahan harga naik 0,81%. Ini karena meningkatnya sewa rumah. Tertinggi di Tanjung Pandan.
6. Bayam andil inflasi 0,02 perubahan harga 0,43%. Karena curah hujan yang tinggi jadi produksinya berkurang.
7. Rokok filter andil 0,02%. Perubahan harga naik 1,59%. Dampak dari kenaikan pajak daerah. Tertinggi di Denpasar dan Bandung.
8. Angkutan udara adil inflasi 0,02%. Perubahan harga naik 1,43%. Karena permintaan meningkat. Tertinggi naik di Pontianak.
(mkl/feb)










































