RI Impor Bawang Putih dan Garam dari Singapura, Ini Komentar Hatta

RI Impor Bawang Putih dan Garam dari Singapura, Ini Komentar Hatta

- detikFinance
Rabu, 05 Mar 2014 18:10 WIB
RI Impor Bawang Putih dan Garam dari Singapura, Ini Komentar Hatta
Jakarta - Indonesia tidak hanya mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Singapura. Namun juga produk pangan, seperti bawang putih dan garam.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai Singapura adalah pihak ketiga dari perdagangan dua jenis pangan tersebut. Karena harusnya transaksi tersebut bisa secara langsung. Ia pun mengatakan hal itu sudah kelewatan.

"Ya itu kelewatan namanya. Itu yang harus kita cegah, mau ekspor dan impor itu langsung, jangan melalui pihak ketiga," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Ia mengaku tidak mengetahui alasan digunakannya mekanisme rute perdagangan tersebut. Hatta pun sudah meminta Menteri Perdagangan M Lutfi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saya nggak tahu kenapa harus lewat pihak ketiga. Saya sudah minta pak Lutfi untuk bekerja keras soal itu," terangnya

Meskipun negara luas dengan banyak sumber daya alam, bukan berarti Indonesia bisa bebas dari impor pangan atau bahan bakar. Banyak bahan pangan dan juga bahan bakar yang diimpor oleh Indonesia.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirangkum detikFinance, Rabu (5/3/2014), ada data menarik soal barang-barang yang diimpor Indonesia dari negara kecil tetangga, yaitu Singapura. BPS mencatat, setidaknya ada 3 barang yang diimpor oleh Indonesia dari negara tetangganya tersebut.

Pertama adalah bahan bakar minyak (BBM). Sepanjang Januari 2014 lalu, Indonesia melakukan impor BBM sebanyak 1,2 juta ton dengan nilai US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 13 triliun. Dari nilai tersebut, impor BBM terbanyak berasal dari Singapura yang jumlahnya 886 ribu ton dengan nilai US$ 918,6 juta atau sekitar Rp 9 triliun.

Lalu barang kedua yang diimpor Indonesia dari Singapura adalah bawang putih. BPS mencatatkan, Pada Januari 2014 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor bawang putih 6.247 ton atau US$ 3,1 juta. Dari jumlah itu, sebanyak 55,8 ton atau US$ 24 ribu diimpor dari Singapura.

Produk ketiga yang diimpor Indonesia dari Singapura adalah garam. BPS mencatat nilai dan volume impor garam di awal tahun 2014 meningkat signifikan. Kenaikan volume dan nilai impor garam pada Januari 2014 dibandingkan Januari tahun lalu melonjak di atas 70%.

Total garam yang diimpor selama Januari 2014 mencapai 278 ribu ton atau naik 78% secara volume. Sedangkan nilai impornya mencapai US$ 13,4 juta atau naik 75% secara nilai impor.

Dari total impor garam di Januari 2014, garam impor dari Singapura sebanyak 3,1 ton dengan nilai US$ 17 ribu. Tahun 2013 lalu, impornya mencapai 9 ton atau US$ 16 ribu.

(mkl/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads