Akhir Desember, Pemerintah Rescheduling Suplai LNG ke Korea-Jepang
Selasa, 07 Des 2004 15:04 WIB
Jakarta - Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) akan segera melakukan penjadwalan ulang pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) ke Korea dan Jepang paling lambat akhir Desember 2004. Langkah itu diambil dalam rangka mengatasi kekurangan suplai untuk tiga pabrik pupuk di NAD."Dalam jangka pendek, paling lambat Desember 2004, pemerintah dan Pertamina segera lakukan penjadwalan ulang untuk Korea dan Jepang untuk memenuhi gas di NAD sehingga ada ketersediaan pasokan gas bagi industri pupuk di Aceh," kata Menneg BUMN Sugiharto dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/12/2004).Sejalan dengan langkah itu, menurut Sugiharto, kementrian BUMN juga akan melakukan restrukturisasi untuk memudahkan pengaturan pemakaian gas diantara pabrik pupuk di NAD, yaitu AAF dan PIM I-PIM II. "Ini dilakukan sambil menunggu selesainya lapangan Blok A yang diperkirakan akan beroperasi 2008 dengan asumsi mulai dikembangkan tahun depan," katanya. Dia juga menjelaskan kelangkaan gas di NAD perlu diselesaikan dengan hati-hati karena terkait dengan berbagai pihak, seperti Deprin dan DESDM. Dijelaskan kebutuhan gas untuk pabrik pupuk tidak terlalu besar, hanya sekitar 8 persen dari produksi gas nasional. Sedangkan dengan harga pupuk di tingkat petani sebesar Rp 1.050 per kilogram maka harga gas untuk mencapai BEP bagi produsen pupuk mencapai US$ 1 per mmbtu.
(nit/)











































