JK: Negeri Ini Tersandera Karena Pemerintah Selalu Ragu

JK: Negeri Ini Tersandera Karena Pemerintah Selalu Ragu

- detikFinance
Kamis, 06 Mar 2014 15:05 WIB
JK: Negeri Ini Tersandera Karena Pemerintah Selalu Ragu
Jakarta - Negeri ini tersandera karena pemerintah seringkali tidak berani mengambil keputusan. Pemerintah dinilai membiarkan banyak masalah utamanya di bidang energi, keamanan, dan pendidikan.

"Negeri ini tersandera karena pemerintah tidak berani mengambil keputusan. Terjadi pembiaran dalam masalah keamanan, energi, pendidikan dan lainnya," ujar Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Hotel Mulia Jakarta seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (6/3/2014).

Menurut JK, keragu-raguan dalam mengambil keputusan dan pembiaran yang dilakukan pemerintah bagaikan meminta payung padahal tidak hujan. Pemerintah terlalu takut mengambil risiko padahal masyarakat butuh ketegasan.

"Negeri ini minta payung padahal tidak hujan," kata JK.

Ia juga menyatakan bahwa aksi pembiaran pemerintah saat ini menyebabkan Indonesia kembali pada masa transisi. Sebab, banyak momen-momen baik untuk meningkatkan kemajuan negeri yang terlewatkan begitu saja.

"Kita kembali ke masa transisi, karena keterlambatan, karena kita kehilangan momen-momen yang baik," kata JK yang mengenakan batik cokelat lengan panjang.

JK sempat menyindir sikap pemerintah sekarang terlalu banyak mengimbau bukan memerintah. Menurutnya, imbauan sangat mudah dilakukan dan tidak mengandung risiko karena tak perlu bertanggung jawab.

"Mengimbau tidak ada risiko jika salah. Kalau memerintah, bertanggung jawab. Kalau begitu you jadi koordinator negara saja, jangan jadi pemerintah," kata JK disambut tepuk tangan para hadirin.

Pada kesempatan yang sama Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan, Indonesia sudah tepat menaikkan tingkat suku bunga. Pernyataan ini pun mendapat tanggapan dari JK. Ketua PMI ini dengan tegas menyatakan bahwa menaikkan bunga adalah tindakan mal praktek.

"Saya harus katakan, bahwa menaikkan bunga itu mal praktek," tegas JK yang spontan membuat 500-an peserta yang merupakan para investor hening.

Menurut JK, Indonesia tidak bisa disamakan dengan Amerika, Jepang dan negara-negara lainnya. Indonesia, tegas JK, perlu melaju cepat. Apabila bunga naik, itu akan mengandaskan laju perekonomian.

JK memaparkan bahwa kenaikan suku bunga berarti menaikkan biaya atau ongkos di masyarakat sehingga tidak akan menyelesaikan masalah inflasi atau kenaikan harga.

"Anda tidak bisa mengurangi laju inflasi dengan menambah ongkos karena naiknya bunga. Indonesia butuh melaju cepat, tapi bunga membuat ini kandas," tukasnya berapi-api.

Menurut JK masyarakat membutuhkan pinjaman atau kredit produktif dengan suku bunga yang rendah agar usaha mereka dapat tumbuh. Sebaliknya jika suku bunga dinaikkan, beban usaha bertambah, ongkos produksi meningkat dan bisa memperlambat perputaran bisnis terutama bagi UKM.

Jadi, kata JK, tujuan pemerintah menaikkan bunga untuk menekan inflasi adalah kebijakan yang merugikan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

(ang/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads