Bebenah Bandara Soetta, Dari Taksi Gelap Hingga Proyek Terminal Raksasa

Bebenah Bandara Soetta, Dari Taksi Gelap Hingga Proyek Terminal Raksasa

- detikFinance
Jumat, 07 Mar 2014 08:55 WIB
Bebenah Bandara Soetta, Dari Taksi Gelap Hingga Proyek Terminal Raksasa
Jakarta - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng merupakan salah pelabuhan udara terpadat di dunia. Saking padatnya, bandara ini sering menjadi soratan karena kepadatan jadwal pesawat take off dan landing yang berujung penundaan jadwal penerbangan.

Tidak hanya di situ saja, Bandara Soetta juga sering dikeluhkan karena maraknya praktek taksi gelap hingga percaloan. Mengatasi hal itu, PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator Bandara Soetta melakukan berbagai upaya seperti mengembangkan terminal baru. Mau tahu dinamika yang pada bandara tersibuk di Indonesia ini serta solusinya?

Berikut ini hasil penelusuran detikFinance, Jumat (7/3/2014).

1. Taksi Gelap Masih Marak

Taksi gelap ternyata masih beroperasi di area Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng. Meski telah dilakukan razia, para pengemudi taksi liar masih menjual jasa kepada penumpang pesawat. Seperti yang dialami detikFinance di area terminal 1 Bandara Soetta. Saat berada di area kedatangan terminal 1, beberapa kali kerap menemui para pengemudi taksi gelap.

"Mau taksi pak," kata salah seorang pengemudi taksi gelap kepada di Terminal 1 Bandara Soetta.

Pengemudi taksi yang tak berseragam khusus tersebut, menawari setiap penumpang yang baru saja ke luar dari area kedatangan domestik terminal 1.
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko menjelaskan pihaknya sebagai operator Bandara Soetta telah bekerjasama dengan Polres Bandara untuk merazia taksi ilegal. Setidaknya sudah terjaring 591 taksi ilegal selama operasi.

"Sudah kerjasama dengan Polres. Sekarang sudah ketangkep 591 taksi gelap. Ini akan terus-menerus," kata Tri Sunoko di kantornya.

1. Taksi Gelap Masih Marak

Taksi gelap ternyata masih beroperasi di area Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng. Meski telah dilakukan razia, para pengemudi taksi liar masih menjual jasa kepada penumpang pesawat. Seperti yang dialami detikFinance di area terminal 1 Bandara Soetta. Saat berada di area kedatangan terminal 1, beberapa kali kerap menemui para pengemudi taksi gelap.

"Mau taksi pak," kata salah seorang pengemudi taksi gelap kepada di Terminal 1 Bandara Soetta.

Pengemudi taksi yang tak berseragam khusus tersebut, menawari setiap penumpang yang baru saja ke luar dari area kedatangan domestik terminal 1.
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko menjelaskan pihaknya sebagai operator Bandara Soetta telah bekerjasama dengan Polres Bandara untuk merazia taksi ilegal. Setidaknya sudah terjaring 591 taksi ilegal selama operasi.

"Sudah kerjasama dengan Polres. Sekarang sudah ketangkep 591 taksi gelap. Ini akan terus-menerus," kata Tri Sunoko di kantornya.

2. Pemberantasan Praktik Calo Tiket

PT Angkasa Pura II (Persero)Β  menertibkan percaloan tiket di area Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Para calo umumnya melakukan aksi di terminal 1. Para calo menjual tiket kepada penumpang yang tidak memperoleh tiket namun dengan nama berbeda antara tiket dan identitias. Petugas keamanan bandara pun saat ini selalu mencocokan antara tiket dan identitas penumpang untuk memberangus praktek percaloan.

Alhasil banyak calon penumpang yang tidak sesuai antara nama di tiket dan identitas. Langkah ini telah diatur dalam Permen 31 Tahun 2013 untuk menjaga keamanan bandara.

"Ada 86 boarding pass berbeda dengan id. Kita akan terus imbau. Kuncinya di airlines. Klo dia nggak konsisten, ya gini terus," Kata Dirut AP II Tri Sunoko.

2. Pemberantasan Praktik Calo Tiket

PT Angkasa Pura II (Persero)Β  menertibkan percaloan tiket di area Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Para calo umumnya melakukan aksi di terminal 1. Para calo menjual tiket kepada penumpang yang tidak memperoleh tiket namun dengan nama berbeda antara tiket dan identitias. Petugas keamanan bandara pun saat ini selalu mencocokan antara tiket dan identitas penumpang untuk memberangus praktek percaloan.

Alhasil banyak calon penumpang yang tidak sesuai antara nama di tiket dan identitas. Langkah ini telah diatur dalam Permen 31 Tahun 2013 untuk menjaga keamanan bandara.

"Ada 86 boarding pass berbeda dengan id. Kita akan terus imbau. Kuncinya di airlines. Klo dia nggak konsisten, ya gini terus," Kata Dirut AP II Tri Sunoko.

3. Bangun Terminal Raksasa Kapasitas 25 Juta

Saat ini, PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng sedang mengebut pengembangan terminal 3 ultimate. Proyek yang memakan investasi Rp 4,7 triliun ini, saat beroperasi mampu menampung 25 juta penumpang per tahun. Saat ini kapasitas terminal 1 dan 2 hanya 22 juta penumpang per tahun.Β 

Direktur AP II Tri Sunoko menjelaskan per tanggal 25 Februari 2014, proses kontruksi telah mencapai 16,05%. Direncanakan perluasan terminal 3 fase awal, akan digunakan mulai September 2014. Sedangkan pembangunan seluruh proyek terminal 3 ultimate dan fasilitas parkir pesawat (apron) tuntas pada akhir 2015. Proyek dibangun di atas lahn seluas 30 hektar.

"Terminal 3 sudah selesai 16,05%. Dari rencana selesai pengembangan keseluruhan pada akhir 2015," kata Tri di kantor pusat AP II, Cengkareng

3. Bangun Terminal Raksasa Kapasitas 25 Juta

Saat ini, PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng sedang mengebut pengembangan terminal 3 ultimate. Proyek yang memakan investasi Rp 4,7 triliun ini, saat beroperasi mampu menampung 25 juta penumpang per tahun. Saat ini kapasitas terminal 1 dan 2 hanya 22 juta penumpang per tahun.Β 

Direktur AP II Tri Sunoko menjelaskan per tanggal 25 Februari 2014, proses kontruksi telah mencapai 16,05%. Direncanakan perluasan terminal 3 fase awal, akan digunakan mulai September 2014. Sedangkan pembangunan seluruh proyek terminal 3 ultimate dan fasilitas parkir pesawat (apron) tuntas pada akhir 2015. Proyek dibangun di atas lahn seluas 30 hektar.

"Terminal 3 sudah selesai 16,05%. Dari rencana selesai pengembangan keseluruhan pada akhir 2015," kata Tri di kantor pusat AP II, Cengkareng

4. Bikin Stasiun KRL dan Monorel

Operator Bandara Soekarno Hatta secara resmi mengguyur dana Rp 139 miliar untuk membangun stasiun KRL Commuter Bandara. Stasiun ini terletak di antara terminal 1 dan 2. "Investasi stasiun 139 miliar," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Try Sunoko di Cengkareng.

Sejalan dengan pengembangan stasiun, AP II juga tengah mempersiapkan alat transportasi berupa automatic people mover system atau monorel yang menghubungan terminal 1, 2 dan 3. Dengan monorel, penumpang yang tiba di stasiun bandara bisa berpindah ke terminal-terminal memakai moda ini. "Kontraknya sih pertengahan 2015 dan masih on schedule," sebutnya.

Monorel antar terminal ini rencananya siap dipakai melayani penumpang pada akhir 2015 atau sejalan dengan beroperasinya KRL bandara. "Selesainya 18 bulan. Akhir 2015 juga," terangnya.

4. Bikin Stasiun KRL dan Monorel

Operator Bandara Soekarno Hatta secara resmi mengguyur dana Rp 139 miliar untuk membangun stasiun KRL Commuter Bandara. Stasiun ini terletak di antara terminal 1 dan 2. "Investasi stasiun 139 miliar," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Try Sunoko di Cengkareng.

Sejalan dengan pengembangan stasiun, AP II juga tengah mempersiapkan alat transportasi berupa automatic people mover system atau monorel yang menghubungan terminal 1, 2 dan 3. Dengan monorel, penumpang yang tiba di stasiun bandara bisa berpindah ke terminal-terminal memakai moda ini. "Kontraknya sih pertengahan 2015 dan masih on schedule," sebutnya.

Monorel antar terminal ini rencananya siap dipakai melayani penumpang pada akhir 2015 atau sejalan dengan beroperasinya KRL bandara. "Selesainya 18 bulan. Akhir 2015 juga," terangnya.

5. Bikin Fasilitas Untuk Pesawat Jumbo A380

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng dirancang mampu melayani berbagai tipe pesawat. Salah satunya pesawat berbadan lebar Airbus 380. Terminal 3 menyediakan fasilitas jembatan atau garbarata antara pintu terminal dan pesawat.

"3 gate dirancang untuk Airbus 380," kata Manajer Komersial Proyek Terminal 3, Tumbur di lokasi proyek terminal 3, Cengkareng.

Nantinya setiap gate menyediakan 3 garbarata untuk melayani 1 pesawat A380. Pihak kontraktor, menurut Tumbur menyediakan sebanyak 24 gate dengan 40 fasilitas garbarata pada pengembangan terminal 3 ultimate ini. Gate dan garbarata ini, di luar fasilitas terminal 3 lama. Terminal 3 Bandara Soetta akan dioperasikan secara penuh pada akhir 2015. Saat beroperasi penuh, maskapai dunia bisa take off dan landing menggunakan armada A380.

"Sekarang Garuda masuk Skyteam. KLM pakai Airbus 380 bisa ke Soetta. Daya dukung apron (parkir) juga bisa mendukung," jelasnya.

5. Bikin Fasilitas Untuk Pesawat Jumbo A380

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng dirancang mampu melayani berbagai tipe pesawat. Salah satunya pesawat berbadan lebar Airbus 380. Terminal 3 menyediakan fasilitas jembatan atau garbarata antara pintu terminal dan pesawat.

"3 gate dirancang untuk Airbus 380," kata Manajer Komersial Proyek Terminal 3, Tumbur di lokasi proyek terminal 3, Cengkareng.

Nantinya setiap gate menyediakan 3 garbarata untuk melayani 1 pesawat A380. Pihak kontraktor, menurut Tumbur menyediakan sebanyak 24 gate dengan 40 fasilitas garbarata pada pengembangan terminal 3 ultimate ini. Gate dan garbarata ini, di luar fasilitas terminal 3 lama. Terminal 3 Bandara Soetta akan dioperasikan secara penuh pada akhir 2015. Saat beroperasi penuh, maskapai dunia bisa take off dan landing menggunakan armada A380.

"Sekarang Garuda masuk Skyteam. KLM pakai Airbus 380 bisa ke Soetta. Daya dukung apron (parkir) juga bisa mendukung," jelasnya.
Halaman 2 dari 12
(feb/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads