Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Susiwijono Moegiarso memastikan akan melakukan patroli kepada pintu-pintu yang rawan masuknya beras selundupan. Ada beberapa titik pintu masuk yang sudah dipetakan oleh DJBC.
"Pengawasan terhadap potensi terjadinya penyelundupan secara fisik, terutama di daerah-daerah perbatasan dimana Bea Cukai punya peta titik rawan penyelundupan, terutama di sepanjang Pantai Timur Sumatera, Batam, Kepulauan Riau dan lain-lain, Pantai Barat Kalimantan, Sulawesi plus Indonesia Timur lainnya. Secara terjadwal Kapal Patroli Bea Cukai melakukan operasi pengawasan di seluruh wilayah tadi," katanya kepada detikFinance, Jumat (7/03/2014).
Untuk meningkatkan keamanan proses masuknya beras, DJBC juga akan melakukan uji fisik beras. Selain itu importir diwajibkan melengkapi dokumen sesuai dengan persyaratan dan beras yang dibawa harus sesuai dengan Surat Persetujuan Impor (SPI).
"Mengingat pasar domestik Indonesia yang cukup besar dan produksi beras di beberapa negara produksi beras sedang surplus, pasti potensi untuk terjadi penyelundupan ke Indonesia cukup besar," katanya.
Ia menuturkan pengawasan yang dilakukan BC, dikelompokkan menjadi 2 kepengawasan yaitu pengawasan terhadap importasi beras melalui pelabuhan yang ditetapkan di SPI beras. Pengawasan pada sistem Portal INSW (Indonesia National Single Window), menaikkan tingkat risiko (risk-grade) untuk komoditi dan importir beras (di profiling-system BC), pengetatan pemeriksaan fisik barang dan uji lab, penelitian mendalam dokumen pelengkap seperti SPI dan LS (Lembaga Surveyor).
Pengamat pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Khudori meminta instansi terkait menjaga ketat pelabuhan tikus yaitu tempat yang rentan memasukan beras impor ilegal. Ia menyebut ada 5 pelabuhan tikus di Pulau Sumatera yang biasa menjadi akses masuknya beras selundupan ke Indonesia.
"Ada 5 pelabuhan tikus yang sama sekali tidak terjaga dan rawan pada tindakan penyelundupan beras," ungkap Khudori.
(wij/hen)











































