Sektor Energi dan Pertambangan RI Masih Prospektif
Selasa, 07 Des 2004 17:14 WIB
Jakarta - Prospek sektor energi dan pertambangan Indonesia ke depan dinilai masih cukup bagus. Pasalnya Indonesia memiliki data geologis dan kekayaan yang cukup banyak sehingga bisa menarik investor. Hanya saja masuknya investasi di sektor itu terhambat karena adanya masalah kepastian hukum dan regulasi yang hingga saat ini masih dipertanyakan. Demikian diungkapkan partner PriceWater House Cooper Larry Lucky di Wisma BCA, Jakarta, Selasa (7/12/2004)."Masalah kepastian hukum dan regulasi masih menjadi pertanyaan bagi investor, misalnya yang terkait dengan pajak. Tapi berdasarkan survey yang kami lakukan, Indonesia masih prospektif," kata Larry. Selain potensi yang belum tergali, menurutnya, Indonesia sebetulnya masih bisa mengembangkan kembali lapangan-lapangan yang sudah tua mengingat Indonesia memiliki sumber daya manusia yang cukup berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam sektor tersebut."Indonesia tidak kekurangan ahli, tapi yang penting bagaimana akses modal bisa masuk dan adanya penurunan biaya sehingga secara efektif bisa bermanfaat untuk sumur tua yang ada," katanya.Saat ditanya mengenai rencana pemerintah menaikkan harga BBM, menurutnya, investor asing sudah lama menanti hal itu. Hanya saja mereka masih menunggu bagaimana pemerintah melakukan penghapusan subsidi BBM. Sementara itu dalam kesempatan itu PWc juga mengeluarkan buku panduan investasi di bidang energi, utulitas dan pertambangan bagi kawasan Asia Pasifik. Panduan ini diharapkan bisa membantu pelaku industri energi untuk memahami permasalahan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
(nit/)











































