Tiga hal tersebut adalah runway atau landasan pacu, area parkir pesawat, dan terminal penumpang.
"Bandara, tujuan pertamanya kan adalah infrastruktur airlines (maskapai). Karena konsumen pertamanya adalah airlines. Jadi yang perlu dipastikan adalah, runway, parking area cukup, dan terminal untuk menaruh penumpang. Jadi filosofinya itu pertama," kata Ketua Umum INACA Arif Wibowo kepada detikFinance, Sabtu (8/3/2014).
Arif mengatakan, bandara sama halnya dengan jembatan, konsumen pertamanya adalah kendaraan yang melintasi. Jadi inisiator pembangunan jembatan harus dapat memikirkan kebutuhan kendaraan hingga beberapa tahun ke depan.
"Pahami kalau bandara itu menghubungkan satu titik ke titik lain, sama seperti jembatan. Seperti jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura. Customer pertamnya siapa? Mobil kan. Berarti yang dipikirkan adalah pertama konstruksinya jembatan, aman nggak, terus kapasitasnya apakah cukup. Tidak cuma buat sekarang tapi beberapa tahun ke depan," paparnya.
Setelah hal utama itu dipenuhi, baru bandara bisa dikembangkan untuk yang lainnya. Seperti pembangunan mal, hotel, atau pusat hiburan sebagai bagian dari pendukung bandara. "Karena kalau seperti mal, hotel itu adalah related business (bisnis yang berhubungan) saja," tegasnya.
Arif mencontohkan Bandara Hong Kong yang memang disediakan fasilitas lengkap mulai dari mal hingga pusat hiburan. Namun, fasilitas pelengkap itu dibuat setelah 3 hal utama tadi terpenuhi. Selain itu, mal dan hotal jadi kebutuhan bandara tersebut sebagai tempat transit.
"Memang betul kayak di Hong Kong, ada malnya ada kayak pusat hiburan. Tapi kalau kita pikir itu adalah sebagai transit point. Tapi sekarang kan kecenderungan untuk transit nggak mau lama-lama juga sekarang," ujar Arif.
Seperti diketahui, BUMN operator bandara di Indonesia bagian Barat PT Angkasa Pura II (AP II) tak ingin hanya fokus mengelola bandara. AP II bermimpi membangun bandara yang lengkap dengan mal dan hotel, bahkan apartemen.
Berdasarkan situs resmi Hong Kong International Airport (HKIA), bandara ini dapat menampung 59,9 juta penumpang dan 4,12 juta ton barang dalam setahun. HKIA melayani 1.000 penerbangan per hari dari 100 maskapai dan terkoneksi dengan 180 tujuan.
Sebagai fasilitas tambahan, bandara yang berdiri sejak tahun 1998 ini menyediakan hotel dengan 1.171 kamar dan lengkap dengan fasilitas rapat. Kemudian juga tersedia mal dengan berbagai ragam produk, seperti pakaian, perhiasan, alat kesehatan dan kecantikan, serta aksesoris.
Di samping itu juga ada restoran dan beberapa tempat hiburan seperti aviation discovery center, taman pendidikan dan UA IMAX Theatre, serta fasilitas permainan golf.
(mkl/dnl)











































