Direktur Utama AP II Tri S Sunoko menjelaskan, pihaknya melihat ke Bandara Heathrow di London sebagai acuan. Di sana, satu runway bisa mengelola pergerakan pesawat hingga 100 armada per jam. Kemudian masing-masing runway hanya berfungsi untuk mendarat dan terbang.
Sedangkan di Soekarno-Hatta hanya 64 armada yang mampu begerak dalam satu jam. Penggunaan runway pun tidak dipisahkan antara terbang dan mendarat.
"Kita hanya 64. Karena dia melakukan dia melakukan single. Kalau kita mix. Di sana pakai yang mengatur slot, dan ditaati," kata Tri di acara Press Gathering PT Angkasa Pura II di Hotel The Mirah, Bogor, Jawa Barat, seperti dikutip Sabtu (8/3/2014).
Tri menjelaskan, runway yang ada di Bandara Soekarno Hatta digunakan untuk pesawat yang tinggal landas maupun mendarat. Sedangkan di Heathrow, keduanya dipisah sehingga lebih tertata rapi, dan disiplin.
"Dia punya 6 taxiway, AP cuma 2. Apronnya bisa 300 pesawat, saya (Bandara Soetta) 133. Dia punya 5 terminal, kita punya 3 terminal, dengan 2 runway sama," tambah Tri.
Dikatakan Tri, ini disebabkan bukan hanya dari pihak bandara saja. Kedisipilinan yang kurang terjadi di pihak maskapai, air navigation dan juga penumpang.
"Salah satu kuncinya adalah disiplin komit terhadap aturan-aturan. Airport, airlines, navigasi, ground handling semua semaunya sendiri. Semua punya kontribusi terhadap apa yang terjadi," tambahnya.
Mengantisipasi hal ini, AP II akan melakukan pembenahan terhadap manajemen bandara, juga memupuk kedisiplinan di semua pihak terkait. Pada Juni tahun ini ditargetkan 2 runway Soekarno-Hatta bisa mengelola pergerakan 72 pesawat.
"Pada 30 Juni. Intinya jadi 72 ini adalah manajemen. Belum kepada fisik. Manajemennya saja dulu. SOP dari navigasi harus dibenahi, ada yang namanya airport collaboration, infrastruktur, pilot kecepatannya harus ditaati. Begitu air navigasi bilang 20 knot, harus 20 knot," paparnya.
Tri berharap rencana ini akan berdampak signifikan mengurangi delay, keterlambatan penerbangan dan persoalan di bandara lainnya."Saya ingin nggak ada antrean lagi, kalau berangkat ya berangkat," tutupnya.
(zul/mkl)











































