Secara tak terduga, China mengalami defisit perdagangan US$ 22,98 miliar pada Februari 2014. Penyebabnya karena musim liburan di China sehingga mempengaruhi kinerja industri mereka.
Padahal pada bulan yang sama tahun lalu China masih surplus perdagangan hingga US$ 14,8 miliar. Pada Februari 2014, ekspor China turun sebesar 18,1% menjadi US$ 114,1 miliar, sedangkan impornya malah naik 10,1% jadi US$ 137 miliar, termasuk saat liburan tahun baru Imlek.
"Faktor festival musim semi menyebabkan fluktuasi tingkat pertumbuhan bulanan dan defisit bulanan," jelas pihak Bea Cukai China dikutip dari AFP, Minggu (9/3/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah China menargetkan pertumbuhan perdagangan tahun ini sebesar 7,5%. Dalam 2 bulan pertama 2014 ekspor China turun 1,6% dibandingkan periode yang tama tahun lalu, yaitu sebesar US$ 321,23 miliar sedangkan impor naik 10% jadi US$ 312,34 miliar.
Sama dengan China, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan di awal tahun, misalnya pada Januari 2014.
(hen/rrd)











































